| SERBA-SERBI KLINIK LAKTASI Menyusui memang proses alami. Tetapi banyak kesulitan yang ditemui seorang ibu dalam pelaksanaannya. Klinik Laktasi mencoba membantu menangani kasus ibu dan bayi dalam soal menyusui.
Ibu mana yang tak bahagia ketika anaknya sudah lahir? Tetapi tugas ibu belumlah selesai. Membesarkan dan merawatnya dengan cinta adalah tugas yang akan dihadapinya dalam kehidupan si kecil. Menyusui bayi adalah salah satu ekspresi cinta seorang ibu. Hampir semua ibu berkeinginan menyusui anaknya sendiri. Menyusui adalah kegiatan yang mengasyikkan bagi keduanya. Si ibu bisa membelai dengan mesra bayi mungilnya dan si bayi akan merasakan belaian itu sebagai sebuah kehangatan kasih sayang. Tetapi tak jarang kesulitan ditemui dalam menyusui. Entah karena puting susu ibu lecet, payudara bengkak, ASI tak mau keluar, bayi tak mau mengisap,dan sebagainya. Ke manakah ibu bertanya jika menemui kasus-kasus tersebut? Salah satu alternatif adalah Klinik Laktasi Pelayanan Kesehatan Sint Carolus. Di tempat inilah para ibu, juga ayah sebagai pendamping, dapat melakukan konsultasi mengenai berbagai masalah dalam menyusui bayinya. Di klinik yang didirikan pada 1 Desember 1993 ini, para ibu yang mempunyai kesulitan dalam menyusui bayinya dapat berkonsultasi dengan petugas yang ada. Terutama bila kesukaran tersebut tidak bisa dijawab lewat Hotline Laktasi. Misalnya saja, payudara agak mengeras seperti tersumbat, cara-cara memeras ASI agar tetap steril, perawatan payudara, dan cara memberikan ASI dengan sendok. Semua pengetahuan itu akan sangat berguna, terutama apabila ibu akan kembali bekerja setelah cuti melahirkannya berakhir. Jadi, tak ada alasan untuk menghentikan pemberian ASI karena pekerjaan di kantor. Juga sangat tidak masuk akal jika si ibu menolak memberikan ASI dengan alasan kecantikan. Karena perubahan bentuk payudara bukan disebabkan oleh proses menyusui. Melainkan oleh kehamilan. "Kalau tak mau payudara berubah, ya jangan hamil," tegas dr. Utami S. Roesli, DSA, MBA, Ketua Tim Peningkatan Penggunaan ASI, RS Sint Carolus. HANYA ASI Menurut para ahli, sampai usia 6 bulan bayi belum membutuhkan minuman atau makanan selain ASI (ASI Eksklusif). Artinya, bayi hanya memperoleh air susu ibu saja tanpa tambahan cairan (susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan lain-lain) juga makanan lain seperti pisang, bubur, biskuit, nasi tim, dan lain-lain). Pemberian ASI secara eksklusif ini banyak memberikan keuntungan. Itu karena ASI mengandung zat nutrisi dengan kualitas, kuantitas, dan komposisi ideal untuk pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan bayi. ASI dapat menyebabkan pertumbuhan sel otak lebih optimal, terutama karena ASI mengandung protein khusus, yaitu taurin. Juga mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan susu sapi/kaleng. Kandungan ASI pun menghindarkan bayi dari bahaya infeksi dan alergi. Bahkan mampu merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh pada bayi. "Jadi, sangat jelas ASI itu tidak bisa digantikan oleh apa pun," tegas dr. Utami. Pemberian ASI Eksklusif ini dianjurkan paling kurang 4 bulan, kalau bisa sampai 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, harus mulai dikenalkan dengan makanan padat. Sedangkan ASI bisa terus dilanjutkan sampai bayi berusia satu tahun. Akan lebih baik lagi jika sampai bayi berusia 2 tahun. Riesnawiati Soelaeman.Foto:Dokumentasi nakita | | | Konsultasi 24 Jam Untuk menggalakkan program ASI Eksklusif ini PP ASI Sint Carolus telah membentuk sarana penunjang serta pelatihan-pelatihan khusus bagi para ibu dan bayinya. * Klinik Laktasi adalah suatu tempat di mana para ibu dapat melakukan konsultasi mengenai berbagai masalah dalam menyusui bayinya. Alamatnya, Jalan Salemba Raya No 41, Jakarta Pusat. * Pojok Laktasi adalah ruangan yang dipakai untuk memeras ASI bagi karyawati Sint Carolus yang sedang dinas, ibu-ibu yang bayinya dirawat, dan para ibu yang sedang menunggu bayinya diperiksa oleh dokter di poliklinik. * Hotline ASI, yaitu bentuk pelayanan konsultasi melalui telepon selama 24 jam bagi ibu yang memerlukan konsultasi mengenai masalah yang berhubungan dengan laktasi. Telepon (021) 315-4187 atau 390-4441 pesawat 2271. * Tempat Peristirahatan Ibu (TPI) Menyusui Maria Goretty . Di ruangan TPI ini, para ibu dan bayinya yang sedang dirawat inap dapat beristirahat setelah menyusui. Dengan kata lain, TPI memungkinkan ibu-ibu dapat menyusui bayinya yang sedang dirawat. * Kelas Pijat Bayi. Bayi yang dipijat oleh orang tuanya dapat meningkatkan volume ASI. | | | 12 Keunggulan ASI 1. ASI mengandung zat gizi paling sempurna untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan kecerdasannya. 2. ASI mengandung kalori 65 kcal/100ml yang memberikan cukup energi bagi pertumbuhan bayi. 3. Sebanyak 90 persen kandungan lemak ASI dapat diserap oleh bayi. 4. ASI dapat menyebabkan pertumbuhan sel otak secara optimal, terutama karena kandungan protein khusus, yaitu Taurin, selain mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang lebih banyak dari susu sapi/kaleng. 5. Protein ASI adalah spesifik spesies sehingga jarang menyebabkan alergi untuk manusia. 6. ASI memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi. Juga akan merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi. 7. Pemberian ASI dapat mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi. Ini akan menjadi dasar si kecil percaya pada orang lain, lalu diri sendiri, dan akhirnya bayi berpotensi untuk mengasihi orang lain. 8. ASI selalu tersedia, bersih, dan segar. 9. ASI jarang menyebabkan diare dan sembelit yang berbahaya. 10. ASI lebih ekonomis, hemat, sekaligus praktis. 11. ASI dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. 12. ASI dapat membantu program Keluarga Berencana. Riesnawati | |
| MAKANAN SEHAT UNTUK IBU MENYUSUI Setiap ibu yang melahirkan bayinya diharapkan kondisi tubuhnya tetap baik, sehat, dan menarik, sehingga ibu dapat merawat bayinya dengan baik pula. Ibu pun berharap dapat menyusui bayinya sebanyak dan selama mungkin. Dalam hal ini pangan dan gizi memegang peranan penting. Sebaliknya, bila pada saat hamil ibu makan berlebihan tak terkendali (karena nafsu makan ibu hamil besar, terutama setelah triwulan ke-2) berat badan ibu bertambah dan ibu menjadi gemuk. Ini akan bertambah lagi pada periode menyusui, karena setelah ibu menyusukan bayinya terasa lapar dan makan. Bila sehari 6 kali menyusui, makan pun menjadi 6 kali sehari. Di sinilah ibu harus bijaksana untuk memilih dan mengatur makanannya agar selalu dapat menghidangkan menu seimbang supaya dapat mempertahankan berat badan yang ideal untuk ibu menyusui dan dapat menyusui sampai semaksimal mungkin (anjuran sampai 2 tahun). Pada masa 0-6 bulan menyusui, seorang ibu (dengan berat badan sekitar 54 kg dan tinggi 156 cm serta memiliki kegiatan sedang) memerlukan 2.950 kalori dan 64 gram zat protein. Jumlah ini berkurang menjadi 2.750 kalori dan 60 gram zat protein pada masa 7-12 bulan menyusui (Dr. Muhilai dkk, Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan). Selain kalori dan protein, diperlukan pula zat-zat lain seperti Vitamin A, B, B12, kalsium, zat besi, dan lainnya. Kebutuhan ini lebih besar daripada kebutuhan orang dewasa biasa. Untuk menu sehari-hari, ibu menyusui bisa berpegang pada pedoman 4 sehat 5 sempurna dan seimbang. Karena beberapa zat gizi mempunyai sifat saling mempengaruhi yang menguntungkan atau merugikan, maka sebaiknya dalam menyusun menu menggunakan aneka ragam bahan makanan. Ibu menyusui dapat makan apa saja, tak ada pantangan. Tapi merokok, minuman beralkohol, kopi, dan teh sebaiknya tidak disajikan karena kedua bahan tersebut berpengaruh negatif pada peresapan zat besi. Ibu menyusui umumnya makan 6 kali sehari sesuai dengan frekuensi menyusui si bayi, karena setiap habis menyusui merasa lapar. Selain cukup makan, dianjurkan pula banyak minum minuman berkhasiat yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Misalnya sayur dengan banyak kuah seperti sayur asem daun lembayung dan kacang-kacangan, jus buah, kacang hijau, bubur kacang hijau, sup kacang merah, susu fullcream atau nonfat/susu skim, susu kedele, minuman tradisional seperti beras kencur, asem kunyit. Resep-resep dibuat dan telah diuji oleh Tim Dapur NOVA.Foto-foto:Dudy Santoso/NOVA/nakita.Tips oleh:Ny.S.Tarwotjo | | | Contoh Menu Sehari Untuk Ibu Menyusui | Pagi | susu 1 gelas (200 cc) | | Jam 08.00 | nasi (100 gr), pecel sayuran (100 gram), semur daging (30 gram), tempe goreng atau bacem (50 gram). | | Jam 11.00 | sup kacang march segar (25 gram), ditambah ayam (15 gram), dan wortel (50 gram). | | Jam 13.30 | nasi (200 gram), pepes ikan (75 gram), daun singkong (25 gram), ayam panggang kalasan (50 gram), tahu bacem (50 gram), sayur bening daun katuk, oyong (150 gram) dan 100 gram buah sesuai musimnya. | | Jam 16.00 | slada buah (150 gram) atau rujak buah (150 gram), minum air kacang ijo. | | Jam 19.00 | Nasi (200 gram), sate ati ayam (50 gram), daging ayam (25 gram), tempe bumbu mangut (50 gram), cah aneka sayuran (100 gram), dan buah sesuai musimnya. | | Jam 22.00 | susu 1 gelas (200 cc) | | | | | PECAL SAUS WIJEN | PANCAKE KACANG MERAH | ROLADE DAGING ISI AYAM | | 
| 
| 
| | Bahan : 100 gram daun lembayung (daun kacang), rebus sebentar 150 gram daun katuk, rebus sebentar 100 gram tauge, siangi, seduh dengan air panas sebentar 20 helai kacang panjang, potong 3 cm, rebus sebentar 3 buah timun, iris tipis Saus Wijen : 50 gram wijen sangrai, haluskan 150 cc air hangat Bumbu Halus : 2 cm kencur 2 siung bawang putih 5 cabe merah 1 buah tomat, goreng 100 gram gula merah garam Cara Membuat: 1. Buat sausnya. Campur bumbu halus wijen. Aduk rata. Tambahkan air. Aduk rata. 2. Susun sayuran dalam wadah. Siram dengan saus wijennya. Siap dihidangkan. Untuk 8 porsi | Bahan Pancake : 50 gram tepung terigu 1 sendok teh baking powder 150 cc susu 2 butir telur 30 gram margarin, cairkan 2 sendok makan gula pasir 150 gram kacang merah, rebus sampai empuk, haluskan Saus Madu: 50 cc madu 200 cc air 2 sendok makan maizena Cara Membuat: 1. Buat pancake. Campur tepung bersama baking powder, susu, telur, margarin, gula pasir, kacang merah. Aduk rata. 2. Panaskan wajan dadar. Tuang 1 sendok sayur adonan. Masak hingga sampai kental. Hidangkan pancake bersama saus madu. matang. Gulung. 3. Saus madu. Campur madu bersama air dan maizena. Aduk dan masak Untuk 15 buah | Bahan: 250 gram daging giling 2 sendok makan tepung roti 1 sendok makan kecap Inggris 2 sendok makan bawang goreng 50 gram bawang bombay, cincang halus 1/2 butir biji pala, parut halus garam secukupnya 2 butir telur plastik untuk membungkus Isi: 150 gram ayam giling 100 gram wortel, potong dadu kecil 50 gram kacang polong 100 gram jagung manis 2 sendok makan saus tomat 50 gram bawang bombay, cincang halus 2 siung bawang putih cincang halus 1 sendok makan kecap inggris 1 sendok makan saus sambal Saus Kecap: 2 sendok makan kecap manis 2 cabe merah, haluskan Cara Membuat: 1. Campur daging bersama tepung roti, kecap Inggris, bawang bombay, bawang goreng, biji pala, garam, dan telur. Aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian. 2. Campur ayam giling bersama wortel, kacang polong, jagung manis, saus tomat, bawang bombay, bawang putih, kecap Inggris, dan saus sambal. Aduk rata. Bagi menjadi tiga bagian. 3. Taruh sepertiga bagian adonan daging di atas selembar plastik. Isi 1/3 bagian adonan ayam di tengahnya. Bentuk seperti lontong. Kukus selama 1 jam. Buka plastiknya. Goreng hingga matang dan kering. 4. Buat sausnya. Campur kecap dan cabe. Aduk hingga rata. Hidangkan rolade daging bersama saus kecap. Untuk 30 potong | | |
| TANDA-TANDA SI KECIL LAHIR KE DUNIA Persalinan pertama selalu membuat panik sebagian besar kaum wanita. Kenali tanda-tanda kelahiran sebelum dimulai proses sesungguhnya. Hal itu akan mempermudah calon ibu menjalaninya. Jangan lupa, kekuatan mental berpengaruh cukup besar.
Kehadiran seorang bayi bagi pasangan muda merupakan hal yang amat membahagiakan. Apalagi bagi wanita. Setelah mengandung selama sembilan bulan, ia berharap proses kelahiran bayinya bisa berjalan lancar. Sayangnya harapan itu kadang tak sesuai kenyataan. Tapi Anda tak perlu khawatir. Percayalah, hanya sedikit kehamilan yang persis sama dengan buku-buku teori. Kelahiran bayi dibagi (dengan sendirinya oleh alam dan secara resmi oleh ilmu pengetahuan) dalam beberapa tahap. Tahap pertama, proses persiapan persalinan dengan fase awal, aktif, dan transisi. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjutnya, tahap kelahiran sampai bayi keluar dengan selamat. Tahap ketiga, pengeluaran plasenta. Tahap berikut, pasca lahir, yakni observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar. KONTRAKSI Ini biasanya fase paling lama. Untungnya tingkat nyerinya masih sangat rendah atau belum terlalu terasa. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm, juga disertai penipisan (effasi). Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu, tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. "Perubahan lain ditandai turunnya kepala janin ke rongga panggul," kata dr. Nasdaldy, DSOG dari RSIA Hermina, Jakarta. Penurunan dapat terjadi beberapa kali, beberapa minggu menjelang kelahiran. Atau hanya terjadi sekali saja saat menjelang persalinan sesungguhnya. Reaksi pada ibu pun macam-macam. Ada yang merasakan mulas, nyeri di bagian punggung atau pinggang. Bisa juga sudah mengeluarkan lendir bercampur bercak darah dari vagina. "Tapi pengeluaran bercak tak selalu lengket di celana. Kadang hanya tertahan di bagian dalam saja," ujar dr. Nasdaldy. Jika kontraksi masih jarang, calon ibu tak perlu segera ke rumah sakit. Kegiatan rutin sehari-hari masih bisa dilakukan sepanjang masih bisa merasakan kontraksi tak bertambah kencang. Jika kemudian kontraksi bertambah kencang dan makin teratur, segera ke rumah sakit. Tentu dengan perlengkapan yang sudah disiapkan sebelumnya, seperti kain panjang, baju ganti, makanan kecil, buku bacaan, dan sebagainya. Satu hal yang patut diingat, perkiraan persalinan yang disebutkan dokter, tak selamanya benar. Bisa saja maju atau mundur dua minggu dari jadwal yang telah diperkirakan dokter. LEHER RAHIM MAKIN TERBUKA LEBAR Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya, berlangsung sekitar 2-3 jam. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit, polanya lebih teratur dengan jarak 4-5 menit. Leher rahim membuka sampai 7 cm. Jika sudah mencapai keadaan ini, sebaiknya calon ibu sudah berada di rumah sakit. Paling tidak, prosedur pendaftaran sudah harus dilakukan. Lebih baik malah urusan pendaftaran dan pesan kamar sudah dilakukan saat kehamilan memasuki usia 7 bulan. Soalnya, kerap kali rumah sakit (terutama yang beken), kehabisan kamar. Serangkaian pemeriksaan rutin akan dilakukan menjelang kelahiran. Mengenakan baju yang disediakan pihak rumah sakit sudah menjadi kebiasaan di banyak rumah sakit, terutama di kota-kota besar. Perawat akan meminta contoh air kemih, memeriksa denyut nadi, tekanan darah, pernafasan, dan suhu tubuh. Juga akan memeriksa adanya cairan ketuban, perdarahan atau pengeluaran lendir dari vagina. Kondisi janin pun akan dipantau. Misalnya dengan mendengarkan denyut jantung bayi melalui stetoskop. Di beberapa rumah sakit yang lebih modern, digunakan alat pantau janin. Sedangkan bagaimana posisi janin, merupakan pemeriksaan berikutnya yang akan dilalui calon ibu. Pemeriksaan dalam bagi calon ibu akan dilakukan secara rutin. Gunanya untuk memantau perkembangan pembukaan leher rahim, sehingga bisa segera dilakukan tindakan tepat jika tak terjadi kemajuan. "Umumnya dokter akan menunggu pembukaan ini secara alamiah. Kecuali jika memang terjadi kelainan pada rahim yang diketahui sebelumnya semisal adanya kista atau mioma," terang dr. Nasdaldy, yang mengambil spesialisasi masalah kanker rahim. Kondisi tersebut memang akan mempengaruhi kontraksi pada rahim sehingga tak mendorong leher rahim untuk membuka. Akibatnya jalan rahim tetap menutup padahal ibu sudah merasakan mulas cukup lama. Secara umum dan normal, pembukaan leher rahim akan terus meningkat berbarengan dengan kontraksi yang makin kuat. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1,5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat, sehingga ibu merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda. Pembukaan leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat, sekitar 15 menit sampai 1 jam. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian bawah punggung. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin. Pengeluaran lendir dan darah makin bertambah karena makin banyak pembuluh kapiler yang pecah. Mungkin juga terjadi kejang kaki. Kadang mengantuk di antara waktu kontraksi karena oksigen dipindahkan dari otak ke daerah persalinan, sehingga seolah ibu sudah kehabisan tenaga sebelum 'pertarungan' benar-benar terjadi. Secara emosional, calon ibu mengalami perasaan tak berdaya dan pasrah. Bingung, gelisah, dan sulit memusatkan perhatian, apalagi istirahat. Tak jarang pula ia frustrasi karena belum ada instruksi untuk mengejan, sementara dorongan ke arah sana sudah muncul. Dokter memang akan melarang ibu mengejan sebelum pembukaan sempurna betul agar tak terjadi kesulitan saat pengeluaran bayi. DORONG SEIRAMA INSTRUKSI DOKTER Proses persalinan, seperti dipaparkan dr. Nasdaldy, mengandung 3 komponen. Pertama, passanger yaitu bayi itu sendiri. Kedua, passage, yaitu jalan lahir. Ketiga power, yaitu kontraksi atau yang disebut his. "Agar proses persalinan berjalan lancar, ketiga komponen itu harus dalam kondisi baik," kata dr. Nasdaldy. Bayi tak terlalu besar ukurannya agar bisa melalui jalan lahir dan powernya pun harus teratur serta efektif hingga mampu membuka jalan lahir sampai penuh dan sempurna. Dengan begitu, partisipasi aktif ibu dalam proses kelahiran tak kalah penting. Dorongan kuat dari ibu akan membantu bayi keluar melalui jalan lahir dengan baik. Proses mendorong bayi keluar biasanya sangat singkat, 10 menit. Tapi ada kalanya perlu waktu antara setengah sampai satu jam. Bahkan, jika terjadi berbagai komplikasi, bisa mencapai 3 jam. Mengejanlah sekuat mungkin tapi tetap seirama dengan instruksi dokter. Makin efisien dorongan dari ibu, makin memudahkan bayi keluar. Dorongan yang panik dan tak teratur hanya akan menghamburkan tenaga dan hanya sedikit kemajuan yang dicapai. Tarik beberapa kali nafas dalam, sementara kontraksi terjadi. Tarik nafas sekali lagi dan tahan. Saat kontraksi mencapai puncaknya, doronglah (mengejan) sekuat mungkin. Lebih baik mengikuti irama dorongan dengan baik ketimbang menahan nafas terlalu lama, karena akan menambah risiko pecahnya pembuluh darah di mata dan wajah Anda. Selain itu, menambah risiko berkurangnya suplai oksigen ke janin. Saat mengejan, lemaskan seluruh tubuh. Ketegangan akan melawan usaha mengejan. Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya dorong ibu. PENGELUARAN PLASENTA Rasa lelah ibu adalah hal yang tersisa ketika bayi sudah keluar, tapi tugas belum berakhir. Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan. Mungkin ibu tak akan merasakannya lagi. "Tapi kontraksi masih akan tetap ada, kendati tak sekuat sebelumnya," kata dr. Nasdaldy. Masing-masing berlangsung sekitar satu menit. Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. Ibu hanya tinggal mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. Hanya saja tenaga yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi. Bila plasenta telah keluar, dokter akan segera menjahit robekan atau episiotomi. Bersabarlah untuk beberapa saat. Usai itu ibu bisa menggendong bayi dan menyusuinya. BERBAGAI KOMPLIKASI Umumnya dokter akan membiarkan bayi keluar dengan normal selama tak ada indikasi kelainan dari ibu maupun bayi. Tapi, cukup banyak kejadian di mana seorang calon ibu harus merasakan mulas selama berjam-jam tanpa ada kemajuan berarti. Kemajuan proses persalinan diukur melalui adanya pembukaan leher rahim dan turunnya janin ke rongga panggul. Proses persalinan normal akan didukung oleh tiga unsur utama: kontraksi rahim yang kuat yang secara efektif membuka leher rahim, bayi dapat melewati jalan lahir, dan panggul yang cukup luas untuk memudahkan keluarnya janin. Bila salah satu unsur tadi tak ada maka memungkinkan untuk terjadi kelahiran yang tak normal.Berikut sejumlah komplikasi yang mungkin saja terjadi: 1.Fase Laten Terlalu Lama Ini terjadi bila tak ada kemajuan pada pembukaan leher rahim yang terjadi setelah 20 jam pada kelahiran pertama, dan 14 jam pada ibu yang pernah melahirkan. Penyebabnya, bisa karena terlalu banyak obat sebelum persalinan dimulai. Kadang, penyebabnya bisa psikologis. Seorang ibu yang panik mengakibatkan dilepaskannya bahan kimia pada sistem saraf yang menghambat kontraksi rahim. Umumnya dokter memberikan rangsangan lewat suntikan atau infus. Dokter pun akan mempertimbangkan kemungkinan adanya ketidaksesuaian ukuran kepala janin dengan rongga panggul ibu (disproporsi caphalopelvic). Dokter akan mengambil langkah pembedahan caesar setelah melewati waktu 24 jam. 2.Disfungsi Primer Bila fase aktif berjalan sangat lamban, pembukaan per jam kurang dari 1-1,2 cm untuk ibu dengan kelahiran pertama dan 1,5 cm untuk ibu yang pernah melahirkan. Kerja rahim pada proses ini bisa dipercepat dengan cara calon ibu berjalan-jalan dan tetap mengosongkan kantong kemih. Maksudnya agar tak menghambat turunnya janin ke rongga panggul. 3.Berhentinya Pembukaan Sekunder B Dalam fase aktif tak ada kemajuan pembukaan selama dua jam atau lebih. Ibu dapat membantu proses dengan aksi gaya berat, yaitu duduk tegak, jongkok, berdiri, atau berjalan. Jika diketahui penyebabnya disproporsi cephalovic, dokter akan melakukan bedah caesar. 4.Turunnya Janin Secara Tak Normal Bila bayi bergerak menuruni jalan lahir dengan kecepatan kurang dari 1 cm pada kelahiran pertama, dan 2 cm pada kelahiran berikutnya. Biasanya dokter akan menggunakan cunam atau forcep (alat bantu persalinan). Tapi ini sangat jarang dilakukan. Kebanyakan dokter akan memberikan suntikan rangsangan. 5.Tahap Kelahiran Bayi Yang Terlalu Lama Yaitu tahap pengeluaran bayi lebih dari dua jam untuk kelahiran pertama. Jika kondisi ibu dan bayi masih dalam keadaan baik, dokter akan tetap menunggu dengan persalinan normal. Tapi jika ada kondisi yang mengarah pada harus segera dilahirkan, dokter akan melakukan bedah caesar. Riesnawiati Soelaeman.Foto:Rohedi(nakita) | | | Tanda-Tanda Persalinan Palsu Beberapa tanda persalinan palsu adalah: * Kontraksi berlangsung sementara. Terjadi dengan jarak waktu tak teratur dan lama. Juga tak bertambah kuat dan cepat. * Nyeri pada perut bagian bawah. * Banyak berjalan, kontraksi malah menghilang. * Kontraksi terhenti dengan memberi rasa nyaman, misalnya usapan. * Rasa sakit menghilang jika mengubah sikap tubuh. Riesnawiati | | | Faktor-Faktor Resiko Nyeri | Nyeri Meningkat Karena | Nyeri Berkurang Karena | | Sendirian | Ditemani dan didukung oleh suami atau orang-orang terdekat. Juga oleh paramedis yang berpengalaman. | | Keletihan | Cukup istirahat dan rileks diantara waktu kontraksi. | | Haus dan lapar saat persalinan dini | Telah makan makanan kecil atau terus menghisap serpihan es/air, jika diperbolehkan. | | Berpikir tentang nyeri | Mengalihkan perhatian pada hal lain . Berpikir tentang seberapa jauh kemajuan yang sudah dicapai ketimbang merasakan nyeri. | | Stress | Menggunakan teknik relaksasi di antara waktu kontraksi. | | Takut akan hal-hal yang tidak diketahui | Jauh sebelumnya belajarlah tentang kelahiran, menghadapi kontraksi satu per satu dan tidak cemas pada apa yang akan terjadi. | | Mengasihani diri sendiri | Berpikir tentang betapa beruntungnya karena akan memiliki seorang bayi | Riesnawiati | |
| Tanya Jawab Psikologi Dra. Mayke Tedjasaputra Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI | | | KEMBALI BEKERJA SETELAH MELAHIRKAN Saya karyawati dengan dua putra, 3 tahun dan 1 bulan. Saat ini saya sedang menjalani cuti melahirkan. Berdasarkan anjuran buku-buku mengenai psikologi anak yang sempat saya baca, saya memberi perhatian khusus pada si sulung agar tak merasa tersisih dengan kelahiran adiknya. Upaya saya tampaknya cukup berhasil. Yang jadi masalah, bila cuti saya habis dan harus segera kembali bekerja, bagaimana agar si sulung yang sudah lekat dengan saya bisa menghadapinya dan ia bisa bermain dengan sang adik tanpa menganggapnya sebagi pesaing? Sri Banowati - Bandung Saya salut pada Ibu yang sangat peduli terhadap perkembangan emosi anak selanjutnya, karena Ibu harus bekerja kembali setelah sekian lama cuti melahirkan. Pada usia 3 tahun (anak pertama Ibu) biasanya anak memang sedang berada dalam tahap yang "sulit". Umumnya, anak cenderung memaksakan kehendaknya sendiri, sulit diatur, dan mengalami kecemasan untuk berpisah dengan orangtua (separation anxiety). Ibu telah memberikan perhatian khusus agar ia tak merasa tersisih dengan hadirnya adik. Yang menjadi pertanyaan saya, siapa yang selama ini mengasuh si sulung sehari-hari (sejak 0 - 3 tahun)? Apakah nenek, babysitter, atau pembantu lain? Adakah orang khusus yang mengasuhnya sehari-hari? Apakah babysitter yang akan mengasuh sang adik adalah mantan pengasuhnya? Pertanyaan ini saya ajukan karena, bagi seorang anak, terutama pada 2 tahun pertama, diperlukan orang yang mengasuhnya secara ajek sebagai pengganti ibu saat ibunya harus bekerja. Keajekan pengasuhan merupakan dasar untuk terciptanya rasa aman, nyaman, dan terlindungi pada anak karena ia percaya (basic trust) ada seseorang yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Jadi, kalau pengasuhnya sering berganti, hal ini kurang menguntungkan, karena anak mengalami berbagai perlakuan yang berbeda dan membingungkan serta membuatnya cemas. Yang tak kalah penting adalah kualitas pengasuhan, yaitu pengasuh yang betul-betul mengasihi dan menyayanginya, tapi bukan memanjakan ataupun bersikap kasar pada anak. Bila babysitter yang akan mengasuh sang adik adalah mantan pengasuhnya, sebaiknya sejak sekarang ia dibiasakan untuk lebih banyak diasuh oleh nenek, sehingga saat Ibu kembali kerja, ia sudah terbiasa dan lebih mudah menerima perubahan itu. Anak juga sejak saat ini sudah dapat diberi antisipasi bahwa suatu saat Ibu harus pergi bekerja sehingga tak akan bertemu sepanjang hari dengannya. Penjelasan harus konkret karena dari aspek kognisinya masih terbatas, sebagai contoh bisa disampaikan bahwa setelah ia bangun pagi dan mandi/makan, Ibu harus pergi ke kantor dan akan kembali saat ia makan malam. Mungkin pada awal Ibu masuk kerja, ia akan sedikit rewel karena merasa kebersamaannya dengan Ibu terampas sebagian dan ini merupakan sesuatu yang wajar. Yang penting, Ibu tak usah menjadi luluh hati dan memanjakannya dengan janji-janji muluk atau memberikan hadiah yang tak terlalu perlu. Jika ia menangis saat keberangkatan Ibu ke kantor, biarkan ia untuk tetap melihat kepergian Ibu. Jangan sampai ia "disembunyikan" dari kenyataan ini karena setelah berulang kali peristiwa ini terjadi, ia akan terkondisi dengan kadaan itu dan ia juga selalu melihat kenyataan bahwa Ibu akan kembali ke rumah. Bila mungkin, telepon anak dari kantor dan ajak ia berbicara untuk beberapa menit saja. Tanyakan permainan apa yang sudah atau sedang dilakukan. Hindari untuk menanyakan "tugas-tugas" seperti sudah makan/belum, sudah tidur/belum, nakal atau tidak. Pertanyaan bernada mencari tahu apakah ia sudah melaksanakan "tugas-tugas"nya akan membuat anak terpojok dan tak mau berbicara dengan Ibu. Usaha lain yang perlu Ibu lakukan adalah setiap pulang bekerja, segera temui kedua anak dan memeluk, mencium atau mendengarkan "laporan"nya dengan sungguh-sungguh. Setelah itu Ibu bisa memberi tahu pada si sulung bahwa Ibu akan melakukan hal lain untuk sementara waktu. Misalnya mandi, menyusui adik, dan sebagainya. Sediakan waktu lagi untuk menemaninya bermain, bercerita dan lamanya kegiatan ini tergantung pada waktu yang tersedia. Jangan lupa untuk melibatkan ayah dalam pengasuhan anak. Ayah juga dapat mengajaknya bermain, bercerita agar anak mendapatkan perhatian tak hanya dari Ibu tapi juga dari ayahnya, dan terbiasa untuk berinterkaksi dengan ayah. Aktivitas ini merupakan dasar untuk membina kedekatan hubungan emosi di kemudian hari. Terutama saat anak sudah memasuki usia sekolah apalagi saat remaja. Keterlibatan neneknya dalam pengasuhan cukup menguntungkan karena Ibu lebih yakin, tenang, serta percaya akan keandalannya. Tapi hendaknya juga dibicarakan dengan nenek tentang pola pengasuhan yang Ibu harapkan. Dari ceritera para nenek dan dari pengalaman saya dalam menangani kasus, umumnya nenek cenderung memanjakan cucu dan menerapkan pola asuh yang berbeda saat mereka harus mengasuh anak sendiri. Mudah-mudahan jawaban saya dapat menenangkan Ibu dan kalau saran-saran tersebut di atas dapat dilaksanakan, Ibu tak usah khawatir si sulung akan menganggap adiknya sebagai pesaing. | | Tanya Jawab Kesehatan Anak Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed, Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM | | | MEMBAWA BAYI BEPERGIAN Saya mempunyai bayi umur 6 bulan. Bulan depan saya akan menyusul suami yang bertugas di Kalimantan. Perjalanan dengan pesawat, berikut transitnya, butuh waktu 5 jam. Amankah saya membawa bayi bepergian dengan pesawat? Persiapan apa yang harus saya lakukan sebelum membawa ia bepergian? Perlukah saya membawanya ke dokter lebih dulu? Dan jika ia rewel di pesawat (mungkin karena perubahan udara), apa yang harus saya lakukan? Dewi Armini - Jakarta Jika kondisi bayi sehat, perjalanan dengan pesawat relatif aman untuknya. Sebaiknya, saat pesawat lepas landas dan mendarat, bayi diberi sesuatu di mulutnya agar terbuka untuk menyeimbangkan tekanan, sehingga dapat mencegah timbulnya gangguan pada gendang telinganya. Ibu dapat memberinya dot atau sendok plastik yang tumpul. Di dalam kabin pesawat terdapat tombol pengatur udara (AC) yang sebaiknya diarahkan tak langsung ke bayi. Jika dirasa terlalu dingin, aliran udaranya dapat dikecilkan atau bahkan dimatikan. Jika ragu, minta tolonglah pada pramugari. Tentunya persiapan yang terpenting adalah makanan dan susu (jika ia tak minum ASI) secukupnya bagi bayi. Susu bubuk dan airnya, sebaiknya dipisah dan dicampur saat dibutuhkan. Sebaiknya bawa bekal agak lebih, karena ada kemungkinan keberangkatan pesawat tertunda hingga beberapa jam. Jangan lupa membawa baju hangat, topi, kaus kaki, dan sarung tangan untuk mencegah bayi terkena hawa dingin di pesawat atau di ruang tunggu. Membawa diapers juga cukup praktis, karena mengganti popok bayi di pesawat tak semudah seperti jika dilakukan di rumah. Apakah Ibu mudah mabuk jika naik pesawat? Jika, ya, sebaiknya Ibu ditemani oleh orang dewasa lain yang tak mudah mabuk, mengingat dalam keadaan mabuk sukar bagi Ibu menjaga bayi. Jika ia rewel tentu ada sebabnya. Mungkin karena popoknya basah, kedinginan, atau karena deru mesin pesawat, atau karena lingkungan yang asing baginya. Menggendong bayi sambil menepuk-nepuk punggungnya mungkin akan membantu meredakan rewelnya. Jika Ibu belum begitu yakin tentang kondisi fisiknya, tak ada salahnya memeriksakan bayi ke dokter 2-3 hari sebelum berangkat. MEMILIH SUSU KALENG Dokter, menurut rencana, saya ingin memberikan susu tambahan pada bayi saya yang sekarang usia 4 bulan. Bulan-bulan pertama sesudah kelahirannya, saya hanya memberikan ASI saja. Bagaimana memilih susu kaleng yang tepat untuk mendampingi ASI? Karena saya tak bekerja, saya ingin menyusui bayi saya selama mungkin. Trisia Tobing - Jakarta Sebenarnya Ibu tak perlu terlalu cepat memberi susu tambahan. Apalagi jika ASI cukup dan Ibu tak bekerja. Lebih bijaksana jika pada usia 4 bulan ASI diteruskan, tapi bayi juga mulai diberi makanan padat seperti bubur susu, buah, dan biskuit. Meski ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, dengan bertambahnya usia, bayi yang sedang bertumbuh cepat perlu energi dan zat-zat gizi yang lebih daripada yang diperoleh dari ASI saja. Pada keadaan ibu bekerja di luar rumah atau produksi ASInya tak memadai, dapat diberi susu formula. Susu formula sebaiknya disesuaikan usia bayi dan juga yang rasanya disukai oleh bayi. Jika bayi sudah minum susu formula, tak selalu kesukaannya pada ASI jadi berkurang. Banyak juga bayi yang tak mau atau tak suka susu formula dan hanya mau ASI. Yang pasti, akan lebih mudah bagi bayi minum susu formula dari botol susu dibanding harus mengisap dari ibunya. Jika menyusu dari botol, dengan penekanan bibir sedikit saja pada dot, susu akan keluar. Sedangkan jika minum ASI, ia harus berusaha lebih keras untuk dapat mengisap ASI dari puting ibunya. Hal ini membuat sebagian bayi lebih suka susu formula dan meninggalkan ASI. | |
| SAYANG, MAIN, YUK ! Siapa bilang bayi tak bisa diajak bermain? Dan itu tak hanya membuatnya senang tapi sekaligus memberi rangsangan bagi tumbuh-kembangnya.
Jika bayi Anda tak tidur, ia pasti akan bermain. Dari menggerakkan jemarinya sampai memasukkan jari kaki mungilnya ke dalam mulutnya. Ia asyik bermain sendiri. Jika diajak main ibu/ayahnya, tangan mungilnya akan berusaha menggapai wajah ayah atau dengan kuat menggenggam jari-jari bundanya. Kehidupan bayi memang tak bisa dilepaskan dari bermain. Sebab, bermain sangat penting untuk tumbuh-kembangnya. Antara lain, mengembangkan kemampuan pancaindera dan berbagai keterampilan fisik, mengenal orang dan benda di lingkungannya. Juga, bermain menimbulkan kegembiraan. Jika tak ada kesempatan bermain, ia akan bosan dan menangis untuk memperoleh perhatian. Menurut doktor psikologi Mimi Patmonodewo, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum mengajak si kecil bermain. Pertama, ketahui ciri-ciri bayi atau tahapan tumbuh-kembangnya mulai dari 0-1 tahun. Sebab, "Konsepnya untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan dalam dirinya, baik kecerdasan, moral, sosial maupun fisik. Jadi, setiap kegiatan bermain maupun alat permainan pada bayi harus selalu diarahkan pada pengembangan aspek-aspek tersebut," jelas staf pengajar di Fakultas Psikologi UI ini. Kedua, perhatikan kesehatan dan gizi bayi sebelum secara intensif mengajak ia bermain. Menurut Mimi, hal-hal yang bersifat psikologis adalah beyond. Jadi harus didahului oleh kesehatan dan gizi. "Memang betul psikologi penting. Tapi pada usia bayi, yang lebih diutamakan adalah kesehatan dan gizi. Jadi, kita harus yakin anak dalam kondisi sehat dan gizinya baik, baru bisa diajak main. Bila ia tak sehat, diajak main apa pun, ya enggak bisa," tutur Mimi. Ketiga, sadarilah, tiap bayi berbeda. Ada yang cengeng, susah, tapi ada juga yang gampang. "Perbedaan ini tak bisa dihindari karena perkembangan anak bukan hanya dipengaruhi faktor pengasuhan, juga faktor pembawaan," jelas Mimi. Dan terakhir, jangan lupa tekankan faktor fun dalam bermain. "Bukan hasil akhir yang dipentingkan," tegas Mimi. Misal, ibu mengajak bayinya yang berusia 10 bulan bermain balok dan berharap si bayi menyusun berselang-seling sesuai warna yang ditunjukkan ibu. Tapi si kecil tak menuruti petunjuk itu. Nah, jangan paksakan anak menuruti "aturan" Anda. Jika ia bisa bicara, mungkin ia akan berkata, "Saya mau susun yang hijau dulu karena hijau lebih bagus." Jika Anda tetap memaksakan kehendak, bisa-bisa si kecil frustrasi dan mogok, tak mau diajak main lagi. Julie Erikania.Foto:Rohedi(nakita) | | | Jenis Permainan Sesuai Usia 0 - 3 BULAN Pada minggu-minggu pertama kelahiran, ia dapat melihat suatu obyek dalam jarak pendek, kira-kira 25 cm. Kira-kira 1-2 bulan kemudian, ia mulai dapat mengenal wajah orang dan memberikan reaksi terhadap suara atau senyum. Penelitian menunjukkan, bayi sangat tertarik melihat wajah manusia ketimbang benda lain. Wajah Anda adalah "mainan" pertamanya. Dekatkan wajah Anda saat menggendongnya atau saat duduk di depan boksnya. Tersenyumlah dan ajak ia bicara. Ia pasti senang. Tentu saja ia juga perlu benda-benda lain untuk dilihat. Ini penting sebagai sumber utama rangsangan sebelum ia terampil memegang. Gambar-gambar yang jelas, terang, berwarna cerah, yang berkilau seperti silver foil, sangat disukainya. Beri ia cukup waktu untuk merespon sesuatu yang Anda tunjukkan padanya, karena reaksinya masih lambat. Letakkan benda atau mainan dalam jarak pandang yang dapat dijangkaunya lalu gerakkan benda itu secara perlahan ke kiri dan kanan. Jika matanya tak bereaksi mengikuti gerakan, ia mungkin tak melihat. Sebab itu, pastikan dulu sampai ia kira-kira ada perhatian, baru benda itu digerakkan. Sesuatu yang bergerak dan berbunyi juga disukainya. Gantungkan di boksnya mainan yang bisa bergoyang/berputar dan mengeluarkan bunyi. Sekitar usia 1-1,5 bulan, ia mulai dapat menghubungkan pendengaran dengan penglihatannya. Jika mendengar suara, ia mulai mencari sumber suara dengan matanya. Seperti penglihatan, ia pun lebih suka mendengar suara manusia, terutama suara ayah-ibunya. Di usia 2 bulan, ia mulai bereaksi dengan bermacam-macam suara. Berbicara, menyanyi, dan membacakan cerita anak-anak dengan berbagai irama akan sangat menyenangkannya. Saat ganti popok juga bisa dijadikan kesempatan bermain dengannya. Gerak-gerakkan kakinya atau gelitik lembut telapak kakinya. Ia pasti suka. Begitu pun saat mandi, dininabobokan, dan lainnya. Sentuhan dan usapan Anda di wajah dan seluruh tubuhnya, akan mengembangkan indera perabanya. Ini juga penting untuk mengembangkan rasa diterima dan menumbuhkan rasa percaya diri. 3 - 6 BULAN Mulai usia 3 bulan, ia suka memiringkan badannya ke satu sisi saat berbaring. Rangsang ia dengan mainan berwarna mencolok atau berbunyi agar ia berusaha menjangkau mainan itu dengan tangannya yang di sebelah atas, sehingga badannya ikut bergerak. Dengan melakukan permainan ini berulang-ulang, akhirnya ia bisa tengkurap sendiri. Sekitar usia 4 bulan, ia senang sekali bila digendong dalam posisi duduk. Usia 6 bulan, ia dapat duduk tanpa dibantu meski hanya beberapa menit. Dudukkan ia di atas kedua lutut Anda dan pegang kedua lengannya, lalu perlahan sentakkan ia ke atas dan ke bawah. Ia pasti gembira. Sepanjang usia ini, ia suka sekali menyentuh, menggenggam, menggoyangkan dan menarik apa saja. Sediakan mainan yang ringan dan berwarna dengan ukuran pas untuk ia pegang dan genggam. Ia akan lebih suka jika mainannya itu juga bersuara dan taruh di dalam jarak yang bisa ia jangkau. Beri mainan yang bersuara jika disentuh/ditendang, gantung rendah di boksnya agar kaki kecilnya bisa menendang mainan itu. Untuk mencegah kecelakaan, jangan lupa memindahkan mainan itu segera setelah ia terampil mengangkat kepala dan dadanya (sekitar usia 5 bulan). Ia sangat menyukai orang-orang dan tertarik dengan gerak tubuh serta ekspresi wajah mereka. Bimbing tangannya yang mungil untuk menyentuh bagian-bagian tubuh Anda sambil menyebutkan nama-nama bagian tubuh itu. Permainan lain yang dapat Anda lakukan, pegang ia pada kedua ketiaknya dan ayunkan ke atas dengan gerakan lembut. 6 - 9 BULAN Mulai usia 6 bulan, periode waktu bangunnya dalam satu waktu sekitar 2-3 jam, sehingga waktu bermainnya lebih panjang. Saat terjaga, ia tak mau lagi hanya berada dalam posisi tidur telentang. Ia pasti akan berguling dan berusaha duduk atau merangkak. Letakkan mainan kesukaannya dalam jarak tertentu untuk merangsangnya belajar merangkak. Sekitar usia 8-9 bulan, ia dapat duduk tanpa dibantu, meski belum sepenuhnya dapat menguasai keseimbangan tubuhnya. Banyak bayi belajar duduk dan merangkak secara bersamaan. Umumnya, di usia 10 bulan ia sudah dapat duduk kokoh dan merangkak ke mana pun ia mau. Di usia ini, ia praktis butuh lebih banyak permainan. Buatkan aneka mainan dari barang-barang yang tersedia di rumah, seperti cangkir plastik, boks sepatu, botol plastik, dan lainnya. Jika ia menolak sebuah mainan yang tak familiar (ini sering terjadi), letakkan di sampingnya dan coba lagi nanti. Beri tahu cara menggunakan sebuah mainan, tapi jangan dorong ia untuk bermain dengan cara yang "benar" karena hanya akan membuatnya frustrasi. Permainan tanpa alat seperti cilukba atau petak-umpet juga menyenangkannya. Ia akan tertawa gembira saat melihat wajah Anda kembali. Atau dudukkan ia di bahu Anda sehingga ia lebih tinggi daripada Anda. Ia akan gembira oleh pemandangan baru. Atau angkat ia tinggi-tinggi ke udara. Ia pasti senang. 9 - 12 BULAN Setelah bisa duduk mantap, waktu mandi menjadi waktu bermain yang menyenangkan. Mainan seperti bebek, perahu, gelas dari plastik, bisa digunakan. Dapat juga Anda mengajaknya bermain di halaman dengan menggunakan ember berisi air. Ajak ia memercikkan air, menuangkan air dari gelas dan mengapungkan mainan. Ia pasti senang. Bermain menangkap bola juga bisa dilakukan setelah ia dapat duduk. Duduklah berhadapan dengannya, lalu gelindingkan bola ke arahnya. Pasangan Anda atau anggota keluarga lain duduk di belakangnya, membantu ia menerima bola dan menggelindingkan kembali ke Anda. Pilih bola dari bahan ringan dengan warna menarik. Di usia ini, ia senang menjatuhkan sesuatu mainan ke lantai dan Anda mengambilkannya, lalu ia menjatuhkannya lagi dan Anda kembali mengambilkannya. Tentu saja Anda perlu sabar. Karena permainan ini penting baginya untuk belajar mengerti bahwa jika ia menjatuhkan sesuatu, maka benda itu akan tetap berada di bawah. Beri ia benda-benda yang tak dapat pecah atau menggelinding jauh. Ia pun menyukai permainan mengeluarkan dan memasukkan mainan dari dan ke dalam sebuah wadah. Boks (kardus atau boks plastik) dan beberapa balok warna-warni ukuran 5 cm bisa diberikan padanya. Setelah ia berhasil mengeluarkan semua balok-balok itu, ia akan memasukkannya kembali satu demi satu. Begitu terus berulang-ulang sampai ia puas. Sekitar usia 10 bulan, ia mulai belajar berdiri. Sebulan kemudian, ia sudah bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pada kursi atau tepi tempat tidur. Ini mendorongnya untuk belajar jalan. Acungkan mainan favoritnya untuk mendorongnya belajar berdiri tanpa berpegangan, atau tuntun kedua tangannya saat belajar jalan. Ia pasti senang. Di usia ini, ia juga senang dinyanyikan, diceritai, dan dibacakan dongeng. Kebanyakan bayi menyenangi siaran radio dan TV dan melihat gambar-gambar. Khusus TV, sebaiknya Anda tak membiasakan ia sering "nonton" TV untuk menghindari kemungkinan ia kelak akan kecanduan nonton. Julie | | | Tips Bermain * Ingatlah, bayi senang memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Pastikan semua mainannya aman. Hindari mainan berujung runcing, mudah patah, mengandung racun (catnya), dan berukuran kecil. Jangan lupa cuci mainan sebelum digunakan. * Untuk bayi usia 3-6 bulan, cukup beri satu mainan pada satu waktu bermain. Untuk yang berusia 6-10 bulan, beri ia tak lebih dari 5-6 mainan kecil atau 1-2 mainan besar pada satu waktu bermain. Bayi, kata ahli, menyukai benda-benda yang familiar. Jadi, pilihkan mainan-mainan yang agak mirip satu sama lain. Perlu waktu beberapa minggu baginya untuk menunjukkan ketertarikannya pada sebuah mainan baru yang tak mirip dengan banyak mainannya yang lama. * Beri ia banyak rangsangan dengan menyediakan mainan atau benda-benda untuk memperkaya pengalamannya. Makin banyak rangsangan yang Anda berikan, perkembangannya akan lebih cepat. Ia pun akan kaya pengalaman sebagai bekalnya nanti untuk melakukan problem solving dan berkomunikasi. * Anda harus kreatif karena tak semua alat permainan tersedia di pasar dan harga kerap jadi masalah. Tak ada salahnya membuat sendiri alat permainan dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Bola dari kain yang diisi kapas, buku dari sisa kain, misalnya. * Bagaimanapun senang dan gembiranya ia bermain bersama Anda, ia perlu istirahat. Kita harus tanggap terhadap isyarat yang ia berikan. Jika ia menangis, mungkin ia sudah lelah. * Terakhir, yang paling penting, tugas mengajak si kecil bermain bukan monopoli tugas ibu, tapi juga ayah karena perlakuan ayah dan ibu pasti berbeda terhadap anak. Lagipula, merawat dan mendidik si kecil, tugas bersama ayah dan ibu, bukan? Julie http://www.tabloid-nakita.com/ | |
| Gerak Halus | Bicara & Bahasa | Sosialisasi & Kemandirian Letakkan bayi pada posisi telungkup. Gerakkan sebuah mainan berwarna cerah atau buat suara-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar mengangkat kepalanya. Secara berangsur-angsur ia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat kepala dan dadanya. Letakkan mainan berwarna cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan tertarik pada mainan tersebut. Kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan. Awalnya bayi perlu dibantu dengan cara menyilangkan paha bayi agar badannya ikut miring sehingga memudahkan bayi berguling. Ketika ia berguling, senyum dan tunjukkan rasa kasih sayang. Jaga bayi agar tidak jatuh dari tempat tidur, meja atau dari ketinggian lainnya. Gendong bayi dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak. Gerak Kasar | | Bicara & Bahasa | Sosialisasi & Kemandirian lkat sebuah tali menyilang di atas tempat tidur bayi. Gantungkan pada tali tersebut benda/mainan berputar atau berbunyi, berwarna cerah. Bayi akan tertarik dan melihat, menendang atau menggapai mainan tersebut. Pastikan benda tersebut tidak bisa dimasukkan ke mulut bayi, dan tali tidak akan terlepas dari ikatannya. Bayi senang memperhatikan wajah seseorang, gambar, benda atau mainan menarik berwarna cerah. Dekatkan wajah anda, gambar, mainan menarik ke wajah bayi agar ia melihat dan memperhatikannya. Perlahan-lahan gerakkan wajah anda atau benda-benda itu ke sisi kanan dan kiri sehingga bayi ikut memperhatikannya. Pangku bayi di dekat sebuah meja, kemudian jatuhkan sebuah benda kecil (misal : kacang) dari atas meja, tepat di depan bayi anda. Anda juga dapat memutar benda itu di atas meja dan melihat apakah bayi anda memperhatikannya. Jaga bayi anda agar tidak menelan benda itu, karena bisa menyebabkan tersedak. Letakkan benda/mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi atau sentuhkan benda tersebut pada punggung jari-jarinya. Amati cara ia memegang benda tersebut. Hal ini berhubungan dengan suatu gerak reflek. Semakin bertambah umur bayi, ia akan semakin mampu memegang benda-benda kecil dengan ujung jarinva (menjimpit). Jaga agar benda itu tidak melukai bayi atau tertelan dan membuatnya tersedak. Ajak bayi meraba dan merasakan berbagai bentuk permukaan seperti mainan binatang, mainan plastik, kain-kain perca, karet dan sebagainya. Bayi anda mungkin memasukkan benda-benda itu ke mulutnya, maka pastikan bahwa benda-benda itu tidak terlalu kecil atau mudah disobek dan ditelan Gerak Kasar | Gerak Halus | | Sosialisasi & Kemandirian Setiap hari, bicara dengan bayi sesering mungkin. Gunakan setiap kesempatan seperti waktu memandikan bayi, mengenakan pakaiannya, memberi makan, di tempat tidur, ketika anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan sebagainya. Bayi tidak pernah terlalu muda untuk diajak bicara. Tirukan ocehan bayi sesering mungkin, maka ia akan menirukan kembali suara anda. Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti musik, radio, TV, orang berbicara dan sebagainya. Jugs buatlah suara dari kerincingan, mainan yang dipencet atau bel. Perhatikan, bagaimana reaksi bayi terhadap suara yang berlainan. Gerak Kasar | Gerak Halus | Bicara & Bahasa | Sesering mungkin peluk dan belai bayi, bicara kepada bayi dengan nada lembut dan halus, setts penuh kasih sayang. Sesering mungkin ajak bayi dalam kegiatan anda. Ketika bayi rewel, cari sebabnya dan atasi masalahnya. Sesering mungkin ajak bayi tersenyum dan tatap mats bayi. Balas tersenyum setiap kali bayi tersenyum kepada anda. Bust suarasuara yang menyenangkan dan berbicara dengan bayi sambil tersenyum. Gendong bayi berkeliling sambil memperlihatkan/menunjuk benda-benda yang berwarna cerah atau bercahaya. Sangga bayi pada posisi tegak sehingga ia dapat melihat apa yang terjadi di sekitarnya. Perhatikan apa yang dilakukan oleh bayi, kemudian tirukan ocehan dan mimik mukanya. Selanjutnya bayi akan menirukan anda. Untuk menenangkan bayi dan anda bisa santai, ayunkan bayi dalam kursi ayun. Tetap berada dekat bayi sehingga ia dapat meraba wajah anda dengan tangannya. Belai bayi dengan penuh kasih sayang dan bicara padanya dengan nada lembut. Ketika menidurkan bayi, bersenandunglah dengan nada lembut dan penuh kasih sayang, ayun bayi anda sampai tertidur. http://draguscn.wordpress.com/2008/09/11/stimulasi-pada-bayi-umur-0-3-bulan/
Oleh: AsianBrain.com Content Team Jika kita amati, perkembangan bayi sungguh amat menakjubkan. Bayi berkembang sepanjang waktu, dari hari ke hari, bulan demi bulan. Tidak ada patokan khusus untuk mengukur tumbuh kembangnya, akan tetapi dapat kita lihat petunjuk secara umum dari beberapa bayi. Perkembangan bayi berbeda satu dengan yang lain. Sebagai orang tua, sudah seharusnya memonitor perkembangan bayinya. Berikut adalah hal yang mungkin bisa dilakukan bayi pada tiap usianya : Perkembangan bayi usia 1 bulan - Secara refleks dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya.
Perkembangan bayi usia 2 bulan Perkembangan bayi usia 3 bulan - Menggerakkan benda yang dipegangnya
- Memandang gerakan benda dengan bola mata sampai ke sudut matanya
Perkembangan bayi usia 4 bulan - Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke dalam mulutnya
- Tertawa dan bisa diajak untuk bercanda
- Tengkurap
- Memegang benda dengan berusaha meraih dari tangan kita
Perkembangan bayi usia 5 bulan - Menggulingkan badan
- Menyentuh mainan dan memiliki keinginan untuk meraih benda - benda yang kita pegang
- Membedakan suara
Perkembangan bayi usia 6 bulan - Bertopang pada kedua tangan
- Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya
- Menoleh
Perkembangan bayi usia 7 bulan - Membalikkan badan
- Bermain dengan tangan dan kaki
- Mulai mengoceh
Perkembangan bayi usia 8 bulan - Belajar untuk duduk
- Memperhatikan gerak - gerik orang yang ada disekitarnya dan benda - benda lain
- Tertarik pada bayangannya sendiri dalam cermin
Perkembangan bayi usia 9 bulan - Merayap
- Dapat berdiri tegak bila dipegang
- Main cilukba atau petak umpet
Perkembangan bayi usia 10 bulan - Berayun pada tangan dan lutut
- Belajar berdiri sambil berpegangan
- Menjepit benda dengan kedua jari tangan
Perkembangan bayi usia 11 bulan - Merangkak
- Berjalan ke samping dengan rambatan
- Berjalan bila kedua tangan dipegang
Perkembangan bayi usia 12 bulan - Berjalan sendiri
- Bermain kejar - kejaran
Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia tertentu, bayi Anda belum dapat melakukan seperti yang tertera di atas. Anda bisa berkonsultasi ke dokter jika merasakan perkembangan bayi Anda terasa lambat. Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com
Jenis Permainan untuk anak berusia 0 - 3 bulan Pada minggu-minggu pertama kelahiran, ia dapat melihat suatu obyek dalam jarak pendek, kira-kira 25 cm. Kira-kira 1-2 bulan kemudian, ia mulai dapat mengenal wajah orang dan memberikan reaksi terhadap suara atau senyum. Penelitian menunjukkan, bayi sangat tertarik melihat wajah manusia ketimbang benda lain. Wajah Anda adalah "mainan" pertamanya. Dekatkan wajah Anda saat menggendongnya atau saat duduk di depan boksnya. Tersenyumlah dan ajak ia bicara. Ia pasti senang. Tentu saja ia juga perlu benda-benda lain untuk dilihat. Ini penting sebagai sumber utama rangsangan sebelum ia terampil memegang. Gambar-gambar yang jelas, terang, berwarna cerah, yang berkilau seperti silver foil, sangat disukainya. Beri ia cukup waktu untuk merespon sesuatu yang Anda tunjukkan padanya, karena reaksinya masih lambat. Letakkan benda atau mainan dalam jarak pandang yang dapat dijangkaunya lalu gerakkan benda itu secara perlahan ke kiri dan kanan. Jika matanya tak bereaksi mengikuti gerakan, ia mungkin tak melihat. Sebab itu, pastikan dulu sampai ia kira-kira ada perhatian, baru benda itu digerakkan. Sesuatu yang bergerak dan berbunyi juga disukainya. Gantungkan di boksnya mainan yang bisa bergoyang/berputar dan mengeluarkan bunyi. Sekitar usia 1-1,5 bulan, ia mulai dapat menghubungkan pendengaran dengan penglihatannya. Jika mendengar suara, ia mulai mencari sumber suara dengan matanya. Seperti penglihatan, ia pun lebih suka mendengar suara manusia, terutama suara ayah-ibunya. Di usia 2 bulan, ia mulai bereaksi dengan bermacam-macam suara. Berbicara, menyanyi, dan membacakan cerita anak-anak dengan berbagai irama akan sangat menyenangkannya. Saat ganti popok juga bisa dijadikan kesempatan bermain dengannya. Gerak-gerakkan kakinya atau gelitik lembut telapak kakinya. Ia pasti suka. Begitu pun saat mandi, dininabobokan, dan lainnya. Sentuhan dan usapan Anda di wajah dan seluruh tubuhnya, akan mengembangkan indera perabanya. Ini juga penting untuk mengembangkan rasa diterima dan menumbuhkan rasa percaya diri. Jenis Permainan untuk anak berusia 3 - 6 bulan Mulai usia 3 bulan, ia suka memiringkan badannya ke satu sisi saat berbaring. Rangsang ia dengan mainan berwarna mencolok atau berbunyi agar ia berusaha menjangkau mainan itu dengan tangannya yang di sebelah atas, sehingga badannya ikut bergerak. Dengan melakukan permainan ini berulang-ulang, akhirnya ia bisa tengkurap sendiri. Sekitar usia 4 bulan, ia senang sekali bila digendong dalam posisi duduk. Usia 6 bulan, ia dapat duduk tanpa dibantu meski hanya beberapa menit. Dudukkan ia di atas kedua lutut Anda dan pegang kedua lengannya, lalu perlahan sentakkan ia ke atas dan ke bawah. Ia pasti gembira. Sepanjang usia ini, ia suka sekali menyentuh, menggenggam, menggoyangkan dan menarik apa saja. Sediakan mainan yang ringan dan berwarna dengan ukuran pas untuk ia pegang dan genggam. Ia akan lebih suka jika mainannya itu juga bersuara dan taruh di dalam jarak yang bisa ia jangkau. Beri mainan yang bersuara jika disentuh/ditendang, gantung rendah di boksnya agar kaki kecilnya bisa menendang mainan itu. Untuk mencegah kecelakaan, jangan lupa memindahkan mainan itu segera setelah ia terampil mengangkat kepala dan dadanya (sekitar usia 5 bulan). Ia sangat menyukai orang-orang dan tertarik dengan gerak tubuh serta ekspresi wajah mereka. Bimbing tangannya yang mungil untuk menyentuh bagian-bagian tubuh Anda sambil menyebutkan nama-nama bagian tubuh itu. Permainan lain yang dapat Anda lakukan, pegang ia pada kedua ketiaknya dan ayunkan ke atas dengan gerakan lembut. Jenis Permainan untuk anak berusia 6 - 9 bulan Mulai usia 6 bulan, periode waktu bangunnya dalam satu waktu sekitar 2-3 jam, sehingga waktu bermainnya lebih panjang. Saat terjaga, ia tak mau lagi hanya berada dalam posisi tidur telentang. Ia pasti akan berguling dan berusaha duduk atau merangkak. Letakkan mainan kesukaannya dalam jarak tertentu untuk merangsangnya belajar merangkak. Sekitar usia 8-9 bulan, ia dapat duduk tanpa dibantu, meski belum sepenuhnya dapat menguasai keseimbangan tubuhnya. Banyak bayi belajar duduk dan merangkak secara bersamaan. Umumnya, di usia 10 bulan ia sudah dapat duduk kokoh dan merangkak ke mana pun ia mau. Di usia ini, ia praktis butuh lebih banyak permainan. Buatkan aneka mainan dari barang-barang yang tersedia di rumah, seperti cangkir plastik, boks sepatu, botol plastik, dan lainnya. Jika ia menolak sebuah mainan yang tak familiar (ini sering terjadi), letakkan di sampingnya dan coba lagi nanti. Beri tahu cara menggunakan sebuah mainan, tapi jangan dorong ia untuk bermain dengan cara yang "benar" karena hanya akan membuatnya frustrasi. Permainan tanpa alat seperti cilukba atau petak-umpet juga menyenangkannya. Ia akan tertawa gembira saat melihat wajah Anda kembali. Atau dudukkan ia di bahu Anda sehingga ia lebih tinggi daripada Anda. Ia akan gembira oleh pemandangan baru. Atau angkat ia tinggi-tinggi ke udara. Ia pasti senang. Jenis Permainan untuk anak berusia 9 - 12 bulan Setelah bisa duduk mantap, waktu mandi menjadi waktu bermain yang menyenangkan. Mainan seperti bebek, perahu, gelas dari plastik, bisa digunakan. Dapat juga Anda mengajaknya bermain di halaman dengan menggunakan ember berisi air. Ajak ia memercikkan air, menuangkan air dari gelas dan mengapungkan mainan. Ia pasti senang. Bermain menangkap bola juga bisa dilakukan setelah ia dapat duduk. Duduklah berhadapan dengannya, lalu gelindingkan bola ke arahnya. Pasangan Anda atau anggota keluarga lain duduk di belakangnya, membantu ia menerima bola dan menggelindingkan kembali ke Anda. Pilih bola dari bahan ringan dengan warna menarik. Di usia ini, ia senang menjatuhkan sesuatu mainan ke lantai dan Anda mengambilkannya, lalu ia menjatuhkannya lagi dan Anda kembali mengambilkannya. Tentu saja Anda perlu sabar. Karena permainan ini penting baginya untuk belajar mengerti bahwa jika ia menjatuhkan sesuatu, maka benda itu akan tetap berada di bawah. Beri ia benda-benda yang tak dapat pecah atau menggelinding jauh. Ia pun menyukai permainan mengeluarkan dan memasukkan mainan dari dan ke dalam sebuah wadah. Boks (kardus atau boks plastik) dan beberapa balok warna-warni ukuran 5 cm bisa diberikan padanya. Setelah ia berhasil mengeluarkan semua balok-balok itu, ia akan memasukkannya kembali satu demi satu. Begitu terus berulang-ulang sampai ia puas. Sekitar usia 10 bulan, ia mulai belajar berdiri. Sebulan kemudian, ia sudah bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pada kursi atau tepi tempat tidur. Ini mendorongnya untuk belajar jalan. Acungkan mainan favoritnya untuk mendorongnya belajar berdiri tanpa berpegangan, atau tuntun kedua tangannya saat belajar jalan. Ia pasti senang. Di usia ini, ia juga senang dinyanyikan, diceritai, dan dibacakan dongeng. Kebanyakan bayi menyenangi siaran radio dan TV dan melihat gambar-gambar. Khusus TV, sebaiknya Anda tak membiasakan ia sering "nonton" TV untuk menghindari kemungkinan ia kelak akan kecanduan nonton. [Julie Erikania - Nakita]
Ditulis oleh farida | Ditulis di ibu menyusui | Ditulis tanggal 05 Jun 2008 Saat menyusui di tempat umum, pastilah ada beberapa hal yang patut diperhitungkan. Selain berusaha mencari tempat dan posisi yang tersembunyi, pilihan busana tentu juga berpengaruh pada kenyamanan orang-orang di sekitar kita. Bagi ibu-ibu muslimah yang menutup auratnya, sepertinya keberadaan kerudung cukup menolong. Apalagi jika kerudungnya cukup lebar, maka aman dan nyamanlah sang bayi dengan ASI-nya. Namun bagi yang tidak berkerudung, tentu membutuhkan kiat tersendiri agar aktivitas ini bisa tetap nyaman untuk ibu dan bayi serta tidak mengganggu pemandangan umum. Hal ini berlaku pula bagi ibu-ibu berkerudung yang sedang berada di tempat yang tidak mengharuskannya menutup seluruh tubuhnya namun ingin tetap menyusui dengan santun. Nursing Dress Keberadaan nursing dress di toko-toko busana tentu membantu memenuhi kebutuhan ibu menyusui. Tetapi sulit juga jika semua baju kita selama 2 tahun adalah nursing dress. Bisa dibilang busana ini mahal untuk beberapa orang karena memang seakan memakai 1,5 bahan dari baju yang biasanya. Jika dibandingkan dengan jumlah baju yang kita beli selama 2 tahunan dalam kondisi biasa, perlu mencari cara juga sebagai alternatif jika nursing dress dicuci. Mungkin beberapa alternatif berikut bisa dipertimbangkan: - nursing apron. Memang orang jadi tahu kalau kita sedang menyusui, tapi yang penting tidak tampak vulgar
 - cardigan/bolero dengan kancing tengah (sebagai penutup) dipadu tank top yang bisa melur talinya untuk ditarik
- rompi/model baju yang model leher rompinya sampe di bagian payudara atau bawahnya, lalu beri dalaman berupa kaos yang panjangnya tidak melebihi perut agar tidak terlalu susah menarik dan merapikannya
- kemben di bagian dalam pakaian untuk menutupi perut saat baju diangkat. Sebaiknya kemben dan baju luarannya sama persis warnanya. Paling aman menggunakan warna hitam-hitam dan putih-putih
 - scraft besar. Membantu menutupi dada saat memakai baju menyusui dengan kancing tengah
Selain itu, mungkin Anda bisa menjahit atau memiliki tailor langganan? Coba saja permak beberapa koleksi busana Anda menjadi nursing dress. Petunjuk cara memecah mode bisa dilihat pada beberapa link berikut: http://members.tripod.com/thepalmerpages/Alinedress.htm http://www.leenas.com/English/sew_maternity.htmlkk http://www.sensibility.com/pattern/1911nurse.htm
Ditulis oleh farida | Ditulis di ibu menyusui | Ditulis tanggal 13 Sep 2008 Awalnya, mungkin sulit. Namun, semakin sering berlatih, semakin piawai Anda melakukannya sampai orang lain tidak tahu bahwa Anda sedang menyusui. Bila Anda sudah memantapkan diri untuk memberi ASI pada si kecil, terutama ASI eksklusif selama 6 bulan, sebaiknya Anda juga mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu harus menyusuinya di tempat umum. Kalau Anda ke tempat umum yang memiliki ruang menyusui (nursery room), tentu tidak terlalu merisaukan. Yang menjadi masalah adalah apabila Anda ke tempat umum yang tidak mempunyai ruang menyusui. Anda mungkin perlu mempersiapkan diri.  Menyusui di tempat umum memang tidak mudah untuk dilakukan. Baik Anda maupun si kecil sama-sama harus belajar. Perlu diketahui, ada bayi yang cepat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi tertentu, dan ada bayi yang membutuhkan latihan yang banyak. 1. Rajin Berlatih Berlatihlah sampai Anda dan si kecil merasa nyaman dan percaya diri dengan kemampuan Anda menyusui di tempat umum. Tempat yang paling baik untuk mulai melatih kemampuan tersebut adalah di rumah Anda. Bila perlu, berlatihlah menyusui bayi sambil berjalan berkeliling. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan alat menggendong bayi yang memungkinkan bayi menempel di dada Anda. Selain bayi merasa aman, tangan Anda pun bebas bergerak sehingga orang lain tidak tahu Anda sedang menyusui. 2. Menyusui dengan “Rapi” Yang dimaksud di sini adalah, sedapat mungkin Anda tidak menarik perhatian orang saat menyusui bayi. Berlatihlah di depan cermin agar Anda dapat melihat apa yang orang lain lihat saat Anda menyusui. Bila Anda mengenakan baju dengan bukaan kancing depan, misalnya, bukalah beberapa kancing bagian atas sehingga Anda tetap “tertutup”. 3. Kenakan Busana yang Tepat Sejak Anda memutuskan menyusui bayi, sejak itu pula Anda sebaiknya melakukan penyesuaian dengan jenis busana yang Anda kenakan. Jalan keluar yang mudah adalah mengenakan busana yang terdiri dari dua potong, yaitu atasan dan bawahan. Lebih baik lagi bila baju atasan yang Anda kenakan adalah baju menyusui. Berlatihlah menyusui dengan aneka model baju, sehingga Anda akan menemukan model baju yang Anda rasa paling nyaman dan tepat untuk menyusui di tempat umum. 4. Segera Menyusui Bayi Saat Ia Lapar Saat berada di tempat umum, waspadalah dengan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh bayi saat ia merasa lapar. Anda sebaiknya segera menyusuinya bila ia tampak gelisah seakan-akan ada yang ia cari, rewel, atau mengisap jari tangannya. Jangan ditunda menyusuinya sampai ia menangis dengan suara yang semakin lama semakin keras. Karena, hal ini tentu akan menarik perhatian negatif dari orang-orang di sekitar Anda. Bila segera disusui, bayi akan tenang dan biasanya tidak menarik banyak perhatian. 5. Temukan Tempat yang Baik Ini merupakan langkah yang penting untuk meraih sukses menyusui di tempat umum. Bila Anda berada di restoran atau area lain yang ramai dan tidak punya ruang laktasi, cobalah untuk duduk. Bila mungkin, pilihlah tempat yang dapat memberi sedikit privasi, misalnya di sudut ruangan yang cukup luas atau di samping suatu dinding. Bila Anda tidak berhasil mendapatkan tempat seperti itu, rundukkan badan Anda untuk menghindari pandangan orang lain saat membuka baju dan menempelkan mulut si kecil ke dada Anda. Setelah si kecil mulai menyusu, rapikan baju Anda, lalu tegakkan kembali badan Anda. Orang umumnya tidak akan memperhatikan bila Anda tidak bertindak berlebihan atau dibuat-buat. Dengan kata lain, bersikaplah wajar. Toilet atau kamar kecil diakui banyak ibu sebagai tempat yang tidak nyaman untuk menyusui. Seperti juga kita yang enggan makan di toilet, bayi pun mungkin menginginkan hal yang sama. Pada dasarnya, menyusui bayi di tempat umum tidak perlu membuat Anda gugup atau tidak nyaman. Menyusui bayi adalah hal yang benar dan alami. Bila seseorang memperhatikan Anda, balaslah pandangannya sambil tersenyum. Hal ini akan membuat mereka mengalihkan pandangan dari Anda. Yang penting, tetaplah teguh dengan prinsip Anda, bahwa Anda sedang melakukan sesuatu yang terbaik untuk bayi Anda. Sumber: ayahbunda-online
Kiat Muslimah - Sunday, 06 February 2005
Cerita tentang Mainan Kafemuslimah.comYa, tibalah saatnya ketika mal-mal disesaki dengan mainan. Namun,mainan yang baik bagi bagi batita (bawah tiga tahun /toddler) mungkin tak cukup merangsang bagi balita (bawah lima tahun /preschooler). Berikut ini adalah panduan mainan bagi tiap umur yang akan membimbing Anda di gang-gang mainan dalam memungut hadiah yang tepat bagi si buah hati. Bayi Karena bayi menanggapi bau, rasa, suara, sentuhan, dan penampakan, mainan-mainan yang melibatkan indera-inderanya memberinya kesempatan belajar tentang ukuran, bentuk, suara, tekstur, dan bagaimana benda- benda bekerja. Namun, keselamatan paling utama; maka. pastikan mainan dirancang baik. Perhatikan saran-saran berikut ketika membeli mainan bagi si kecil. Mainan bayi haruslah: -Potongan-potongannya berukuran besar yang tak mungkin ditelannya jika terurai -Ringan untuk diutak-atik dan dipegang -Tidak bersisi tajam atau berujung runcing -Terbuat dari bahan nirracun (non-toxic) -Tak mudah dicabik (dengan tangan maupun gigi) -Mata, hidung, dan sampiran-sampiran lain kuat melekat dengan aman Mainan yang Baik Bayi umur 0-2 bulan Mainan untuk dilihat dan didengar, seperti mobil-mobilan, kincringan dan kecrekan kain. Tikar dan alat senam mainan merupakan kesenangan inderawi yang besar, namun perhatikan tali, benang, atau manik-manik yang mungkin memaparkan bahaya tercekik atau tersedak. Bayi umur 2-4 bulan Mainan yang bisa diutak-atik lewat mencengkeram seperti kincringan, mainan gigitan, mainan bertekstur, dan mainan berpegangan atau bertombol besar. Juga, pilih mainan sebab-dan-akibat yang mengeluarkan cahaya atau suara ketika disentuh atau ditekan. Bayi umur 4-8 bulan Seorang bayi yang sedang belajar duduk siap untuk menjelajah dunia, maka, carilah balok-balok bergambar berwarna cerah, lingkaran tumpuk, mainan penyimpan, buku bergambar, bola, dan mainan tarik-dan-dorong. Bayi umur 8-12 bulan Anak-anak pada tahap ini gemar membuat sesuatu terjadi dengan menekan tombol, dan mendengarkan lagu, atau membuat burung nongol dari jendela. Buku-buku karton, balok-balok besar, alat-alat musik (drum, krencengan, trompet mainan), binatang-binatangan dari kain berspons, kotak dan papan kegiatan, adalah pilihan-pilihan terbaik. Sumber: Bandung Advertiser edisi 26 Juni 2004, h. 11 Penerjemah: Erich H. Ekoputra sumber: milis mainan anak
Sumber : Ayah BundaTahapan Perkembangan Bayi Usia 0-4 bulan Usia 0-1 bulan Kemampuan yang dicapai: Mulai memilah-milah dan mengenali beberapa rangsang dari luar dirinya Usia 1-2 bulan Kemampuan yang dicapai: Mengangkat kepala, Memberi respon terhadap suara, Berkomunikasi melalui tatapan, gerakan tubuh dan tangisan, Dapat melihat benda dengan pola hitam-putih, Dapat mengikuti dan memfokuskan pandangan pada sebuah objek. Usia 2-3 bulan Kemampuan yang dicapai: Mengangkat kepala dan menahannya untuk beberapa saat, Mulai tersenyum jika mendengar suara ayah atau ibu, Mulai berceloteh "ahh " atau "ohh" dan mendekut (coing). Usia 3-4 bulan Kemampuan yang dicapai: Menunjukkan ekspresi dengan tertawa, Mengangkat kepala dengan stabil, Mengenali muka bau dan mulai mengenali sosok orang tuanya, Mulai tertarik memberhatikan tubuhnya sendiri. Berbagai Mainan Sesuai Perkembangan Mainan Gantung

Mainan jenis ini membantu bayi mengenai rangsang visual dan memfokuskan perhatian. Warna2 dan gemerincing suara mainan ini mengasah pancaindera bayi usia 0-4 bulan yang tengah berkembang pesat. Anda bisa mendapatkan mainan ini di hampir semua toko perlengkapan bayi. Ada berbagai variasi. Ada yang menyatu dengan tempat tidur bayi, ada pula yang berdiri sendiri sehingga saat digantungkan bertumpu pada langit2 tempat tidur. Pilih mainan gantung berupa panduan warna2 cerah, hitam, putih dan merah. Warna 2 ini membantu menstimulasi indera penglihat anak. Mainan untuk digigit (teethers atau biting toys)

Indera pengecap termasuk salah satu yang haus rangsang. Hampir semua kegiatan bayi usia 0-4 bulan melibatkan kegiatan memasukkan benda ke mulut. Meski permainan ini lebih merupakan kegiatan eksplorasi solitaire (sendirian, tanpa teman main), namun jenis mainan ini penting dan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Bola berbahan lembut.
Meskipun belum mampu memegang bola, bayi usia 0-4 bulan membutuhkan bola terbuat dari kain lembut dengan warna-warna cerah yang kontras dan mudah dicuci berukuran sedang. Bola adalah mainan yang menarik indera penglihat dan peraba/perasa si kecil. Selain aman bola merupakan mainan yang mudah anda temukan di toko mainan atau toko perlengkapan bayi.
Gelang Gemerincing (rattle)
Termasuk mainan klasik dan populer. Disetiap masa perkembangan, mainan jenis ini pasti ada. Mainan berupa gelang yang dirangkai dengan bahan menimbulkan bunyi gemerincing saat digoncangkan ini melatih koordinasi indera penglihat, pendengar dan tangan. Bayi akan terpesona dengan bunyi dan warna-warni bahan mainan ini yang sangat menarik. Selain melatih indera, mainan jenis ini memperkenalkan bayi pada logika sebab akibat. Ia tahu, jika digoncangkan mainan akan bergemerincing. Sejalan dengan perkembangan zaman, mainan jenis ini muncul dalam berbagai desain dan dapat dijumpai di semua toko perlengkapan bayi.
Boneka karet.
Biasanya dijual dalam bentuk boneka binatang yang berbunyi saat dipegang atau digigit. Selain dapat dimainkan sendirian, mainan ini dapat pula digunakan untuk bermain bersama orang tua saat mandi. Fungsi mainan ini mengasah indera sekaligus melatih perhatian dan memperkenalkan logika sebab-akibat karena mainan akan berbunyi jika digigit atau di genggam.
Ketika Musibah DatangAssunnah-Qatar.com - mempelajari Al-Quran dan As-Sunnah di atas manhaj as salafush sholeh - Monday, 28 July 2008
Shalat TaubatAssunnah-Qatar.com - mempelajari Al-Quran dan As-Sunnah di atas manhaj as salafush sholeh - Monday, 28 July 2008
26Mar2008 Kategori: Fiqh Muslimah Penulis: Abu Ukkasyah Darsan Andi Di antara keutamaan dan kesempurnaan syariat islam ialah memuat segala sesuatu. Termasuk di antaranya adalah penjelasan hukum berkaitan dengan menanti si buah hati serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Dengan demikian para orang tua dapat melaksanakan kewajiban terhadap buah hatinya secara jelas. Alangkah indahnya masyarakat yang mampu melaksanakan syariat Alloh di muka bumi ini dimulai dari keluarganya. Tentu saja untuk merealisasikan hal tersebut kita wajib mengikuti tuntunan yang Alloh gariskan melalui Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. 1. Mensyukuri Nikmat Alloh Atas Kehadiran Buah Hati. Kedua orang tua ketika dianugerahi anak oleh Alloh, hendaklah bersyukur kepada Alloh atas nikmat tak terkira dari-Nya tersebut. Keadaan keluarga yang tidak Alloh karuniai dengan anak tentulah akan terasa kurang sempurna dan sepi. Dalam Al Quran Alloh mengisahkan tentang sepasang suami istri yang berdoa kepada Robbnya tatkala sang istri sedang mengandung. Alloh berfirman, هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّآ أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ فَلَمَّآ ءَاتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلاَ لَهُ شُرَكَآءَ فِيمَآءَاتَاهُمَا فَتَعَالَى اللهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ “Dialah yang menciptakan kalian dari satu manusia dan menjadikan darinya istrinya, agar dia merasa tentram dengannya. Maka setelah dia mengumpulinya, istrinya mengandung kandungan ringan, terus merasa ringan beberapa waktu. Tatkala dia merasa berat, maka keduanya berdoa kepada Robbnya, seraya berkata: ‘Sesungguhnya jika engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang yang bersyukur.’ Tatkala Alloh memberi anak yang sempurna kepada keduanya, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Alloh terhadap anak yang telah dianugerahkan kepada keduanya. Maha suci Alloh terhadap apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al A’raaf: 189-190) Ayat tersebut menunjukkan hendaklah orang tua bersyukur kepada Alloh sebagaimana keduanya berdoa kepadaNya takkala bayi tersebut masih dalam kandungan. 2. Memberi Nama Yang Baik. Orang tua hendaknya memberi nama yang baik untuk buah hatinya. Rosululloh mengajari nama yang paling disukai oleh Alloh. Dalam sebuah hadits Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya nama yang paling disukai Alloh adalah Abdullah dan Abdurrohman.” (HR. Muslim, Abu Dawud). Sering kali terjadi kesalahan pada sebagian orang tua, setelah anak diberi nama yang baik malah dipanggil dengan nama panggilan yang jelek. Contohnya Abdullah dipanggil dul, atau orang tua memberi nama yang diharamkan bahkan termasuk kesyirikan kepada Alloh seperti Abdul Ka’bah, Abdul Rasul dan sejenisnya. Kebiasaan yang seperti ini harus ditinggalkan karena akan memberikan dampak yang tidak baik bagi orang tua maupun anaknya. 3. Aqiqah (Menyembelih Kambing). Termasuk yang disyariatkan oleh Alloh ketika menyambut buah hati adalah bersyukur kepada Alloh dengan Aqiqah. Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ke tujuh dihitung mulai dari hari kelahiran. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Sebagaimana sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Bayi laki-laki hendaklah diaqiqahi dua ekor kambing sedangkan bayi permpuan satu ekor kambing.” (Shohih. HR. Ahmad dan Tirmidzi). Dalam hadis lain, Samurah bin Jundub menuturkan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh kambing aqiqah disembelih, rambut kepalanya dicukur serta diberi nama.” (Hasan Shohih. HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad) 4. Mencukur Habis (baca: Menggundul) Rambut Bayi dan Bersedekah. Disyariatkan pula pada hari ke tujuh dilakukan ibadah-ibadah yang lain seperti: - Mencukur habis rambut kepala dengan tidak melakukan qoza, yaitu mencukur sebagian dan membiarkan sebagian yang lain. Ibnu Umar menceritakan bahwa Rosululloh melarang qoza. (HR. Bukhari). Perlu ada kehati-hatian saat mencukur rambut, karena kulit kepala bayi masih lunak.
- Bersedekah untuk orang miskin dengan senilai perak yang seberat rambut bayi. “Cukurlah rambut kepalanya (Al-Hasan) kemudian bersedekahlah dengan perak untuk orang-orang miskin seberat rambut tadi.” (Hasan. HR. Ahmad). Perintah untuk mencukur habis rambut bayi ini berlaku untuk anak laki-laki dan perempuan. Namun yang dirojihkan Syaikh Al Utsaimin, cukur habis ini hanya berlaku untuk bayi laki-laki (Lihat Syarh Mumti’ 7/540)
Demikian sedikit penjelasan tentang kewajiban orang tua ketika menanti buah hatinya. Pengorban yang diberikan oleh kedua orang berupa rasa syukur dengan aqiqah dan bersedekah dengan senilai perak yang seberat rambut sebenarnya tidak sebanding dengan karunia Alloh yang diberikan kepada keduanya. Akan tetapi Alloh ingin menguji siapakah yang bersyukur kepada-Nya dan siapakah yang tidak. Wallohu a’lam bishshowab. *** Artikel www.muslimah.or.id 26Mar2008 Kategori: Fiqh Muslimah Penulis: Abu Isma’il Muhammad Abduh Tuasikal Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Alloh, pada edisi yang lalu telah dibahas mengenai beberapa hukum yang berkaitan dengan kelahiran sang buah hati. Pada kali ini, kami akan menambah sedikit pembahasan berkaitan dengan tuntunan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang lain dalam masalah tersebut dan beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan. Mentahnik dan Mendo’akan Keberkahan Bagi Sang Bayi Di antara petunjuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam menyambut sang buah hati adalah mentahnik (mengunyahkan kurma hingga lembut kemudian memasukkannya ke mulut bayi) dan mendo’akan keberkahan bagi sang bayi. Hal ini telah dikisahkan dalam Shohih Bukhori dan Shohih Muslim, dimana Beliau mentahnik dan mendoakan anak Asma’ binti Abu Bakr yang baru dilahirkan, yaitu Ibnu Zubair. Bayi tersebut diletakkan di kaki Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam. Lalu Beliau mengunyah kurma dan menyuapkannya ke dalam mulut Ibnu Zubair. Makanan yang pertama kali masuk ke dalam badan Ibnu Zubair adalah ludah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mendo’akan keberkahan untuk Ibnu Zubair. Khitan Berkhitan adalah termasuk salah satu dari fitroh. Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Lima hal termasuk fitroh: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan dalam Majmu’ Fatawa bahwa pendapat yang paling kuat berkenaan dengan hukum khitan adalah khitan bagi laki-laki hukumnya wajib dan sunnah bagi perempuan. Khitan ini lebih utama dilakukan ketika bayi berumur tujuh hari sebagaimana yang dilakukan Nabi pada al-Hasan dan al-Husain (HR. Thobroni dan Baihaqi). Di antara faedah khitan pada waktu kecil ini yaitu aurat akan lebih terjaga, apalagi jika sudah mencapai usia dewasa. Sunnahkah Mengusap Kepala Bayi Dengan Darah Hewan Aqiqoh ? Sebagian orang ada yang mengusap kepala bayi dengan darah aqiqoh (sembelihan kambing) padahal perbuatan ini telah dilarang dalam Islam sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits. Abdulloh bin Buroidah menceritakan dari ayahnya: “Pada masa jahiliyah dulu, apabila kami dikaruniai seorang anak, kami menyembelih kambing dan mengusapkan darahnya ke kepalanya (sang bayi). Tetapi tatkala Islam datang, kami menyembelih kambing, mencukur (rambut) kepala (sang bayi) serta mengusapnya (kepala sang bayi) dengan minyak wangi.” (HR. Abu Daud dan Al Hakim dalam Al Mustadrok. Dishohihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi). Dalam hadits ini nampak bahwa yang disyari’atkan adalah mengusap kepala bayi dengan minyak wangi, bukan dengan darah aqiqoh. Adzan di Telinga Bayi ??? Sengaja sub-judul di atas diberi tanda tanya, agar para pembaca yang budiman memperhatikan hal ini baik-baik. Sebab, hampir tidak ada penulis yang membahas masalah ini kecuali mengatakan bahwa mengadzani bayi adalah sunnah. Perlu ditegaskan, bahwa mengadzani telinga bayi tidak disyari’atkan karena seluruh riwayat tersebut lemah dan tidak dapat terangkat ke derajat hasan. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh ahli hadits abad ini Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits Dho’ifah no. 321. Mewaspadai Nama-Nama Yang Dilarang Diharamkan pemberian nama dengan: - Kata “Abdu” (hamba) yang disandarkan kepada selain Alloh seperti Abdul Ka’bah (Hambanya Ka’bah) dan Abdul Husain (Hambanya Husain), Abdul Muhammad dan lain-lain.
- Nama yang tidaklah layak disandang oleh manusia seperti Malikul Mulk (Raja Diraja).
- Nama-nama yang mutlak hanya milik Alloh seperti Ar Rohman, Al Kholiq dan Al Ahad.
Ada pula nama-nama yang harus dijauhi seperti: - Nama tokoh-tokoh barat yang jelas memusuhi dan memerangi Islam, karena cepat atau lambat nama seperti ini akan menarik kecintaan para pendengarnya.
- Nama-nama yang dibenci oleh setiap orang dan tidak layak disandang oleh manusia, seperti Kalb (anjing) dan Hazn (sedih). Nama-nama yang jelek seperti ini hendaklah diganti dengan nama-nama yang bagus, sebagaimana terdapat dalam sebuah riwayat bahwa Nabi mengubah nama seseorang Hazn menjadi Sahl.
Semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu menghidupkan ajaran Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam sampai akhir hayat kita. Amiin.
sumber : infosehat.com Sebaiknya tidak. Madu yang lezat dan banyak manfaatnya bisa membawa petaka bila diberikan pada si mungil yang belum lagi genap berusia setahun. Madu diambil dari alam dan dimakan dalam kondisi yang murni. Sayangnya, kemurnian tersebut seringkali dicemari oleh sejenis bakteri yang dapat menghasilkan racun (toksin) dalam saluran cerna bayi. Racun tersebut dikenal dengan istilah toksin botulinum.
Mengapa harus menunggu 1 tahun? Karena setelah melewati usia tersebut, saluran cerna bayi sudah cukup matang dan bakteri tidak bisa tumbuh berkembang di sana. Memang cukup disayangkan karena madu terkenal sebagai nutrisi yang baik bagi kesehatan. Masalahnya, belum ada proses pengolahan yang mampu membunuh bakteri tersebut tanpa merusak madu itu sendiri. Kasus keracunan itu sendiri memang jarang terjadi karena tidak semua madu mengandung bakteri tersebut. Karena itu tidak heran bila banyak orang memberikan madu pada bayinya tanpa pernah terjadi efek negatif apapun. Masalahnya, bagaimana kalau kita sedang sial dan mendapat madu yang mengandung bakteri itu? Dengan alasan tersebut, selalu dianjurkan agar pemberian madu hendaknya baru dilakukan setelah bayi berusia lebih dari 1 tahun.
sumber : kipsaint.com Teringat saat masih kecil terserang batuk, orang tua pasti ikut tidak bisa tidur. Siapa yang tega melihat anaknya terus terbatuk-batuk di malam hari? Ibu selalu memberi obat yang manjur untuk meredakan batuk, cukup sederhana yaitu madu. Jika dibandingkan dengan obat batuk berbentuk sirup yang umum dijual dipasaran atau membiarkan anaknya terbatuk-batuk semalaman, madu terbukti lebih baik.
Satu sendok madu diketahui dapat membantu meredakan batuk anak dimalam hari dan membantu mereka tidur lebih nyenyak, begitu dimuat dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine , edisi Desember 2007. Madu digunakan diseluruh dunia sebagai pengobatan tradisional untuk batuk, dan merupakan alternatif yang aman dan efektif sebagai obat batuk. Ada beberapa alasan madu dapat menyembuhkan batuk : kualitas sirup madu yang manis melegakan tenggorokan, sementara unsur antioksidan madu juga merupakan salah satu faktor pereda batuk. Selain itu, madu memiliki efek antimikroba. Tetapi perlu dicatat pula, bahwa madu tidak disarankan untuk bayi berusia di bawah satu tahun, karena risiko langka namun serius yang dapat menyebabkan sejenis keracunan makanan yaitu botulisme. Tetapi untuk anak-anak yang lebih besar, pada umumnya madu cukup aman digunakan. Mengenai dosis penggunaanya sesuai dengan rekomendasi obat batuk biasa : - 2-5 tahun : ½ sendok teh,
- 6-11 tahun : 1 sendok teh,
- 12 tahun ke atas : 2 sendok teh.
Kalau saja dapat memberikan manfaat, kenapa tidak untuk dicobanya. Mengenai khasiat dan efektif tidaknya, wallahualam.
Ditranslate dari artikel "RUNNY NOSE" oleh Luluk Lely Soraya I Wed, 19 Oct 2005 20:39:31 -0700
Sumber : www.cdc.gov
 Apakah penyebab hidung meler ? Ketika kuman penyebab colds (virus) menginfeksi hidung dan sinus, hidung akan memproduksi lendir. Lendir ini membersihkan hidung & sinus dari kuman tsb. Setelah 2 atau 3 hari, sel-sel imun tubuh akan membunuh kuman tsb, mengubahnya menjadi lendir berwarna putih atau kuning. Di dalam hidung terdapat bakteri baik. Ia juga ada di dalam lendir. Bakteri ini akan mengubah lendir menjadi berwarna kehijauan. Kondisi ini normal & bukan berarti anak butuh antibiotik.
Apa yang harus dilakukan ?? Perawatan terbaik adalah menunggu & perhatikan kondisi anak. Gangguan hidung, batuk dan gejala lainnya seperti demam, pusing, ngilu pada sendi, semua itu terasa mengganggu. Namun demikian antibiotik TIDAK akan membuatnya lebih cepat sembuh.? Penggunaan vaporizer (penguapan) atau garam nasal drop membantu anak lebih nyaman saltwater nose drops makes their child feel better.
Perlukah antibiotik untuk hidung meler ? Antibiotik dibutuhkan jika dokter mendiagnosis anak terkena sinusitis. Dokter biasanya meresepkan obat atau memberikan tips bagaimana menolong anak dengan gejala "colds" seperti demam dan batuk, tetapi antibiotik TIDAK dibutuhkan untuk mengobati hidung meler.
Bagaimana jika antibiotik tetap diberikan ? Minum antibiotik saat tidak dibutuhkan adalah BERBAHAYA. Tiap kali kita meminum antibiotik (AB), maka kuman-kuman di hidung & tenggorokan beresiko menjadi resisten. Kuman yang resisten tidak dapat dibunuh oleh antibiotik manapun. Akibatnya jika anak butuh AB, ia butuh AB jenis kuat dan harus dimasukkan lewat jarum suntik. Atau butuh rawat inap di RS karena hal ini. Karena hidung meler akan akan sembuh dengan sendirinya, maka sebaiknya jangan minum AB dan gunakan hanya saat dibutuhkan.
Jumat, 16 Mei 2008 | 15:54 WIB Jadi dorong si kecil agar mau melakukan peniruan dari stimulus yang kita berikan.
SAYANG, banyak orangtua yang tidak menyadari kalau sejak bayi seorang anak sudah dapat meniru karena kemampuan ini lebih identik dengan anak batita. Padahal, seperti dituturkan Dra Psi Tisna Chandra, sejak usia 2 bulan si kecil sebenarnya sudah cakap meniru. Hanya saja, orangtua tidak menyadarinya sehingga momen ini pun sering luput dari perhatian.
Seperti cerita yang diungkapkan Lubis. Ayah muda ini sempat terperanjat saat Aldi, bayinya yang berusia 8 bulan, mampu mengikuti gerakan-gerakan yang dilakukannya. "Ketika aku bertepuk tangan, ia coba mengikuti. Begitu juga saat melambai-lambaikan tangan. Bukan hanya itu, ia juga bisa tiru-tiru suara. Kalau aku bilang "pa-pa", dia berusaha mengucapkannya. Lucu banget. Tapi apa benar bayi sebesar Aldi sudah bisa meniru?"
Tisna menegaskan, meniru merupakan salah satu tugas perkembangan yang perlu dilalui bayi, sebelum masuk pada keterampilan identifikasi.
Nah, kembali lagi pada pembahasan sebelumnya, di atas usia 7 bulan, fungsi memori bayi sudah semakin baik. Ini berarti kecakapannya untuk menangkap dan menyimpan apa yang dilihat dan didengarnya lalu kemudian ditirunya akan semakin baik. Jadi dalam kasus Aldi tadi, wajar kalau ia sudah dapat meniru kata walau hanya sebatas babbling, seperti "ma-ma-ma" atau "pa-pa-pa".
Menginjak usia 8 bulan, keterampilan bayi semakin berkembang dengan kesanggupan mencontoh gerakan motorik, ekspresi emosi, ataupun peniruan obyek seperti memindahkan dan memasukkan mainan. "Tapi jangan berharap dengan hanya sekali memberi contoh bayi lantas langsung bisa tiru-tiru. Contoh harus diberikan berkali-kali sehingga memungkinkannya untuk merekam di dalam memori lalu mengikutinya, " tandas psikolog dari Spectrum Treatment Center, Bintaro ini.
Stimulasi Sesuai Kemampuan
Berikut beberapa perkembangan tahap meniru si kecil yang dapat distimulasi sehingga tumbuh kembangnya makin optimal:
Suara dan Kata Di usia 2 bulan bayi sudah mampu meniru kata-kata walau sekadar berujar "u...u...u" atau "a...a...a." Sementara di usia 7 bulan, si kecil sudah bisa babbling atau mengucapkan suku kata yang senada seperti "ma-ma-ma" atau "da-da-da". Kemampuannya kian bertambah saat 11 bulan. Saat ini bayi sudah bisa menirukan kata berunsur konsonan-vokal dengan lebih bervariasi, seperti "ka-ka", "mi-mi", "bo-bo", dan sebagainya.
* Stimulus: Penting diketahui bayi suka meniru suara yang didengarnya. Jadi rajin-rajinlah untuk mengajaknya bercakap-cakap. Saat memandikan, misalnya, berbincang-bincangl ah tentang apa yang tengah kita lakukan, "Mama mau gosok tangan Adek. Angkat tangan Adek seperti ini, ya." Semakin banyak kata yang dikenalkan pada bayi, akan semakin banyak yang tersimpan dalam memorinya. Saat kemampuan bicaranya sudah semakin baik, si kecil tinggal membuka memori yang pernah disimpannya di masa bayi ini.
* Yang perlu dicermati: Saat berbicara dengan bayi, hindari bahasa/kata yang dicadel-cadelkan. "Cayang mau cucu ya?" (padahal maksudnya "Sayang mau susu ya?") Bila bayi terbiasa mendengar kata yang tidak benar kelak dia akan mengatakannya seperti apa yang kita ucapkan. Repotnya, kelak kita harus membetulkan kesalahan anak tersebut bukan?
Gerakan Motorik Pada usia 8 bulan, bayi sudah dapat mengangkat-angkat tangan. Sebulan kemudian, ia mampu melambaikan tangan serta melakukan gerakan kiss by. Sementara umur 10 bulan, kecakapannya bertambah dengan bertepuk tangan.
* Stimulus: Saat kita ingin si kecil mengikuti suatu gerakan, sesuaikan dengan kemampuan motorik yang ia miliki. Di usia 8 bulan, umpamanya, ia bisa diminta mengikuti contoh gerakan tangan ke atas dan ke bawah. Tapi jangan mengharapkannya bisa meniru gerakan bertepuk tangan karena kesanggupannya belum sampai itu.
Berikut beberapa rangsangan lain yang bisa diberikan: - Gerakkan jari-jemari kita di udara untuk ditirunya. Stimulus ini berguna untuk merangsang keterampilan motorik halus anak agar ia kelak terampil dalam memegang benda-benda kecil, seperti pensil, pena, gelas, sendok-garpu, dan sebagainya.
- Kala menginjak 9-10 bulan, si kecil bisa diajak melakukan gerakan "mata genit" (beri contoh dengan menyipitkan/ mengedipkan mata kita). Rangsangan seperti ini juga akan bermanfaat bagi pertumbuhan saraf-saraf di bagian kelopak matanya.
* Yang perlu dicermati: Selain beberapa manfaat tadi, stimulasi-stimulasi semacam ini juga dapat mengembangkan kemampuan indra peraba serta inteligensinya. Gerakan meniru menaikkan dan menurunkan mainan, umpamanya, memungkinkan bayi merasakan permukaan yang kasar/halus dari mainan yang dipegangnya.
- Peniruan Ekspresi Emosi Bayi 9 bulan sudah bisa menirukan ekspresi senang, marah, lucu, dan lainnya. Ini berkaitan dengan pertumbuhan emosinya yang sudah berkembang dan pembelajaran dari lingkungan terdekat, seperti orangtua, pengasuh, kakak, nenek/kakek, dan lainnya.
* Stimulasi: Walau ia belum memahami apa itu senang, sedih, jengkel, dan sebagainya, tapi melatih ekspresi emosinya tetap perlu. Cara paling sederhana adalah dengan selalu menunjukkan senyum dan tawa saat berhadapan dengannya.
* Yang perlu dicermati: Sebagai manusia, wajar bila kita merasa sedih, jengkel, atau marah. Namun sebaiknya jangan terlalu sering menampakkan emosi-emosi negatif pada si kecil. Bukankah ia sudah pandai meniru? Jadi kalau seorang ibu mudah mencucurkan air mata, si kecil pun bisa tumbuh menjadi anak yang cengeng. Begitu juga, bila emosi orangtua kerap meledak-ledak. Tak menutup kemungkinan karakter si kecil pun akan seperti itu nantinya. Intinya, bayi perlu belajar pentingnya kestabilan emosi. Jadi boleh saja kita menunjuk wajah jengkel sekali-kali. Tapi tetap harus diimbangi dengan senyum dan tawa.
- Peniruan Obyek Sejak usia 7 bulan bayi sanggup meniru perilaku orang-orang di sekelilingnya. Untuk itu, beri ia lebih banyak kebebasan untuk melakukan berbagai gerakan lewat perilaku-perilaku yang kita contohkan.
* Stimulasi: Salah satu permainan yang bisa dicoba adalah menaruh bola ke dalam keranjang. Bayi 7 bulanan tengah menggandrungi kegiatan seperti ini. Sekitar usia 8-12 bulan, si kecil mulai bisa melakukan hal yang lebih kompleks, seperti memencet-mencet tombol keyboard komputer.
* Yang perlu dicermati: Pilih mainan atau obyek yang menarik dari segi warna, corak, bentuk, maupun bunyi. Rasa ketertarikan akan membuat bayi mau menyentuh, mengambil, dan memegang benda/mainan tersebut sehingga stimulasi dapat berjalan lebih optimal.
Waspadai Bila Bayi Tak Pernah Meniru
Meskipun belum tentu sebagai pertanda kelainan, tak ada salahnya kita melakukan tindakan lebih lanjut. Antara lain, dengan mengonsultasikan perkembangan bayi kepada psikolog atau dokter. Ada beberapa penyebab bayi tidak sanggup meniru. Bisa karena organ bicara atau organ pendengarannya terganggu. Akibatnya, saat kita mencoba mencontohkan kata-kata/perilaku, ia tidak dapat mengikutinya. Kemungkinan lain adalah autisme. Bayi dengan gangguan ini umumnya tidak mampu berkomunikasi dengan lingkungan, tertutup, dan asyik dengan dirinya sendiri.
Tapi tentu tidak bijaksana jika kita panik saat mendapati bayi tidak bisa meniru. Mungkin saja ia hanya mengalami keterlambatan dan hanya perlu waktu lebih lama, sekitar 1-2 bulan, dalam perkembangannya. Ini pun normal-normal saja selama tidak ada indikasi gangguan lain.
Penulis : Irfan Hasuki.
Sumber : Tabloid Nakita
Diambil dari Kompas
Oleh Silvia Iskandar  Kita sering mendengar bahwa obat tidak boleh diminum dengan susu. Ini disebabkan karena kalsium yang dikandung dalam susu bisa membentuk ikatan dengan zat-zat dalam beberapa obat dan meghalangi penyerapan oleh lambung. Contohnya adalah tetrasiklin, zat yang biasa ada dalam antibiotik untuk obat flu. Namun, ada beberapa obat yang justru lebih baik diminum bersama susu. Misalnya NSAID, Non Steroidal Anti Inflammatory Drug. Yang terkenal adalah aspirin dan ibuprofen. Obat-obatan yang tergolong dalam NSAID bersifat lypophylic, mudah larut dalam lemak sehingga biasanya obat-obat seperti ini dianjurkan untuk diminum dalam waktu 30 menit sesudah makan. Alasan lainnya ialah karena NSAID menyebabkan iritasi lambung. NSAID merupakan obat pembunuh rasa sakit atau painkiller yang bekerja dengan cara menghambat terbentuknya prostaglandin. Prostaglandin sendiri adalah zat yang selalu ada dalam sel tubuh dan bekerja sebagai zat yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit, namun juga punya tugas lain, yaitu membantu terbentuknya selaput mukosa lambung. Dengan terhambatnya prostaglandin oleh aspirin, rasa sakit dan infeksi pun hilang, namun pada saat yang bersamaan, lambung menjadi rentan terhadap iritasi karena selaput mukosanya berkurang. Oleh karena itu, obat-obat NSAID biasa diresepkan untuk diminum sesudah makan, supaya makanan yang masuk terlebih dahulu bisa melindungi dinding lambung. Bila kita tidak sempat makan, susu boleh diminum sebagai penggantinya. Di Jepang, bahkan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa obat sakit kepala boleh diminum dengan obat sakit maag. Namun ini tidak selalu benar, karena obat sakit kepala yang kita minum belum tentu termasuk dalam golongan NSAID dan belum tentu semua obat sakit maag membantu pembentukan selaput dinding lambung. Bagaimana dengan jus, kopi atau teh? Sama dengan susu, jus, kopi dan teh masing-masing mengandung zat-zat seperti vitamin C, kafein dan tannin yang mungkin saja bereaksi dengan obat yang kita minum. Sementara itu, air putih netral, tidak mengandung apa-apa yang bisa bereaksi dengan obat. Air putih akan melarutkan obat dalam lambung sehingga lebih mudah diserap. Lebih baik lagi kalau airnya hangat, proses pelarutan akan lebih cepat. Obat yang ditelan begitu saja tanpa air putih bisa menempel di suatu tempat tertentu di lambung dan menyebabkan iritasi lambung juga. Oleh karena itu, lebih baik obat diminum bersama air putih. Minuman lain seperti kopi, sebaiknya diminum satu jam setelahnya, ketika sudah tidak ada lagi sisa obat di lambung. Sumber : http://www.chem- is-try.org/ ?sect=tanyapakar &ext=33
| |